DPR Usul Pasien Corona Jatim ke DKI, Pakar: Wisma Atlet untuk Sakit Ringan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 07:31 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Foto: RS Darurat Wisma Atlet (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

DPR RI mengusulkan pasien positif virus Corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) dirawat RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Pandu Riono menilai Wisma Atlet hanya ditujukan untuk pasien Corona dengan sakit ringan.

"Kalau yang dirawat Wisma Atlet itu yang nggak sakit, yang (dirawat) sakit-sakit ringan. Jadi sarananya terbatas, memang itu untuk ruang isolasi untuk mereka yang tidak butuh rumah sakit, gejalanya ringan, gitu, nggak perlu observasi, yang perlu observasi perlu isolasi," kata Pandu saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Pandu, pasien positif Corona yang tak sakit dapat menjalani isolasi mandiri di rumah atau disediakan lokasi tertentu. Rumah sakit, menurut Pandu, hanya ditujukan untuk pasien Corona yang mengalami sakit saja.

"Kalau butuh rumah sakit ya rumah sakit, bukan memindahkan rumah sakit, tapikan juga kalau yang rumah sakit di Jawa Timur seharusnya tidak merawat orang yang tidak sakit. Kalau pun dia positif nggak sakit, nggak usah dirawat, suruh isolasi mandiri di rumah atau disediakan hotel atau rumah susun kosong untuk tinggal situ, biasanya di daerah-daerah kaya gitu, dia memanfaatkan hotel atau membuatkan rumah susun," ujarnya.

Lebih lanjut, Pandu mengatakan di Jawa Timur pun tak perlu dibangun rumah sakit kembali untuk menangani Corona. Dia mengusulkan agar sejumlah rumah sakit yang sudah ada di Jawa Timur dapat ditunjuk untuk fokus menangani Corona saja.

"Nggak perlu bangun rumah sakit. Jadi tunjuk saja 1 rumah sakit khusus untuk COVID sehingga semua tempat tidurnya bisa dipakai," sebut Pandu.

"Jadi rumah sakit itu nggak perlu nerima pasien non-COVID sehingga tidak perlu pake ada harus, kan kalau ada orang COVID kalau masih merawat orang yang non-COVID mereka harus punya ruang isolasi, ini nggak perlu ruang isolasi, semua tempat tidur bisa dipakai, karena rumah sakit itu hanya untuk COVID, jadi bisa disebut rumah sakit karantina sementara," imbuhnya.

Sebelumnya, DPR RI mengusulkan pasien positif virus Corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) dirawat RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Usulan ini disampaikan karena membeludaknya pasien Corona yang dirawat di sejumlah RS Jatim.

"Sehubungan banyaknya penderita COVID-19 di Jawa Timur dan sudah penuhnya kapasitas rumah sakit yang ada di sana, untuk itu DPR RI mengusulkan kepada pemda Jawa Timur untuk pasien COVID bisa dialihkan ke Wisma Atlet di Jakarta yang dikelola oleh BUMN," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Sabtu (6/6).

(rfs/jbr)