2 WNI ABK Kapal Cina yang Terjun ke Selat Malaka Ngaku Dibohongi Penyalur

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 22:02 WIB
Dua WNI ABK Kapal Cina Nekat Terjun di Laut Karena Tak Tahan Diekspolitasi
Foto: Dua WNI ABK kapal Cina nekat terjun di laut karena tak tahan diekspolitasi (dok. istimewa)
Jakarta -

AJ (30) dan R (22), dua warga negara Indonesia (WNI) yang kabur dari kapal berbendera Cina, Fu Lu Qing Yuan Yu, mengaku dibohongi perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI). Mereka dijanjikan berangkat ke Korea Selatan (Korsel) untuk bekerja sebagai buruh di perusahaan tekstil.

"Berdasarkan keterangan korban R, ada yang merekrut dirinya dan 5 orang lainnya untuk bekerja di Korea. Dan termyata dipekerjakan sebagai nelayan di atas Kapal Fu Lu Qing Yuan Yu 901," kata Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Kepri Kombes GR Gultom saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (6/6/2020).

Korban AJ juga mengaku pada polisi, dia dan 6 rekannya direkrut untuk bekerja di Korsel dan pada 24 Januari lalu diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Korban AJ dan 6 orang temannya dinaikkan ke kapal Fu Lu Qing Yuan Yu 901 dan bekerja selama 3 bulan. Dipindah dan bertemu dengan korban R di atas kapal yang sama," ucap GR Gultom.

Kedua korban mengaku bersedia disalurkan bekerja di luar negeri karena mendapat iming-iming akan digaji Rp 25 juta. Namun kenyataannya mereka sendiri tak mengerti berapa gaji yang mereka dapatkan, sementara kontrak kerja mereka 2 tahun.

"Bahwa seluruh korban yang terdapat pada kapal nelayan dimaksud, menurut korban AJ dan R, sebelumnya telah dijanjikan untuk bekerja di negara Korea pada bagian tekstil, dengan jumlah gaji per bulannya sebesar Rp 25 juta," terang GR Gultom.

"Selama bekerja, para korban juga mengaku tidak pernah mengetahui berapa gaji yang diterimanya, sedangkan kontrak kerja yang dilakukan selama 2 tahun," ucap GR Gultom.