PSBB Transisi DKI, Ojol-Opang Dilarang Angkut Penumpang di Zona Merah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 20:09 WIB
Ojek online kembali tengah menarik penumpang di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/4/2020). Kementerian Perhubungan mengizinkan ojek online (ojol) untuk kembali mengangkut penumpang wilayah yang menerapkan PSBB.
Ilustrasi ojek online (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan COVID-19 di Masa Transisi. SK itu mengatur protokol kesehatan untuk transportasi umum hingga ojek online (ojol) dan ojek konvensional.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan COVID-19 di Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. SK tertanggal 5 Juni 2020 itu ditandatangani langsung oleh Kadishub DKI Syafrin Liputo.

Dilihat detikcom, Sabtu (6/6/2020), bagian ketiga dalam SK tersebut menjelaskan tentang aturan protokol kesehatan bagi pengemudi ojek. Salah satu aturannya adalah dilarang beroperasi di wilayah dengan pengendalian ketat.

Berikut ini bunyi aturan tersebut:

Pengemudi angkutan roda dua (ojek online dan ojek pangkalan) dalam mengangkut penumpang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker dan menyediakan hand sanitizer;

b. tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal;

c. menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang, dengan melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang;

d. mulai beroperasi pada tanggal 8 Juni 2020;

e. khusus ojek online, selain memenuhi ketentuan pada huruf a, b, c, dan d juga wajib menggunakan jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi.

Selain itu, perusahaan penyedia jasa ojek online diminta menerapkan pembatasan atau geofencing untuk pengemudi. Hal itu bertujuan agar pengemudi tak beroperasi di wilayah yang dilarang.

Tonton juga 'Begini Usulan Bentuk Sekat Partisi Naik Ojek Online Saat New Normal!':

[Gambas:Video 20detik]

Berikut ini bunyi aturannya:

Perusahaan aplikasi transportasi online wajib menerapkan pengaturan geofencing sehingga pengemudi angkutan roda dua (ojek online) tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM KETIGA huruf b.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2