DKI Diminta Gencarkan Survei di Tempat Umum Kurangi Klaster Sebaran Corona

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 18:01 WIB
Sejumlah petugas dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta melaksanakan penyemprotan di sejumlah titik pasar di Jakarta, salah satunya Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Ilustrasi disinfeksi Pasar Tanah Abang (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Penambahan kasus virus Corona di DKI Jakarta tiap pekannya masih tergolong tinggi. Ketua Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunus Miko Wahyono, meminta Pemprov DKI rutin melakukan pengecekan ke tempat-tempat umum, seperti pasar hingga terminal.

"Karena klaster-klaster ini memang harus dikurangi jumlah kasusnya supaya jadi sporadis. Sporadis itu kalau tempat-tempat umumnya dikontrol. Jadi Pasar Tanah Abang harus disurvei antar penjual-pembelinya. Terminal harus disurvei, stasiun juga demikian," kata Miko dalam diskusi daring, Sabtu (6/6/2020).

"Kita harus yakinkan tidak ada penularan di tempat-tempat umum. Harus ada survei besar. Jadi, jangan biarkan tempat umum sebagai sumber penularan," sambungnya.

Miko juga bicara terkait kondisi kasus Corona di daerah-daerah penyangga Kota Jakarta. Dia menilai sejauh ini Bogor menjadi kota yang paling aman jika ingin melakukan penerapan new normal.

"Jadi, kebetulan saya jadi tim ahli di Kota Bogor dan Depok. Saya melihat kecenderungannya tiap pekan di Bogor dan Depok. Saya lihat betul jika menurunnya per pekan di atas 10 rasanya tidak aman. Kota Bogor yang paling aman karena pernah 0 dalam seminggu, naiknya 5 atau di bawah 10. Jadi saya sarankan bisa dibuka bertahap," tutur Miko.

Sementara untuk Kota Depok, menurut Miko, belum aman menerapkan new normal karena jumlah tambahan kasus masih berkisar 15 kasus dalam sepekan. Miko pun meminta pemerintah daerah setempat menutup daerah-daerah yang masih menjadi klaster penyebaran Corona.

"Di Depok saya sudah perintahkan untuk menutup daerah-daerah yang banyak klasternya. Maka saya sarankan untuk Depok untuk melakukan survei-survei di tempat umum. Di pasar Cisalak ditutup karena ada positif lima orang pedagangnya. Tapi, sekarang juga mungkin Depok sudah clear kasusnya. Jadi bisa memulai new normal," sebut Miko.

Tonton juga 'Rekor! Kasus Baru Corona Bertambah 993, Tembus 30.514 Positif':

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2