Antre Surat Sehat, Ratusan Penumpang di Pelabuhan Nusantara Berdesakan

Hasrul Nawir - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 17:33 WIB
Ratusan penumpang berdesakan di Pelabuhan Nusantara, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)
Ratusan penumpang berdesakan di Pelabuhan Nusantara, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare -

Ratusan calon penumpang berdesak-desakan di loket pengambilan surat keterangan sehat di Terminal Penumpang Ajatappareng, Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Surat keterangan tersebut jadi salah satu syarat pembelian tiket.

Para penumpang yang berdesakan hendak menuju Samarinda, Kalimantan Timur, dan Nunukan, Kalimantan Utara. Namun tidak terlihat petugas yang mengarahkan penumpang di luar loket.

"Jelas tidak sesuai protokol kesehatan, kita mau urus surat sehat justru membahayakan kesehatan karena berkumpul dan berdesakan di depan loket, saya sangat waswas, apalagi saya bersama anak bayiku ikut antre," kata salah satu penumpang tujuan Samarinda, Arkanita, Sabtu (6/6/2020).

Ratusan penumpang berdesakan di Pelabuhan Nusantara, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)Foto: Hasrul Nawir/detikcom

Hal senada disesalkan calon penumpang lainnya, Haji Andi Zaenal. Dia mengaku kesal lantaran justru pihak terkait dalam pelabuhan sangat lemah dalam pengawasan.

"Masyarakat sudah mengerti masalah Corona. Kita urus izin ini dan itu, tapi pemerintah tidak mengerti teknisnya supaya tidak berdesak-desakan. Aturlah bagaimana caranya agar kita tetap aman," ungkap Andi.

Ratusan penumpang berdesakan di Pelabuhan Nusantara, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)Foto: Hasrul Nawir/detikcom

Tim Monitoring COVID-19 Syahbandar Utama Makassar yang melakukan peninjauan di terminal mengaku akan meminta PT Pelindo mengatur sistem dalam pelabuhan agar tidak terjadi kerumunan penumpang yang terjadi hari ini.

"Kita sudah minta agar protokol kesehatan tetap diberlakukan, seperti tetap menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan. Kita minta PT Pelindo menyikapi," urai salah satu anggota tim Monitoring COVID-19 Syahbandar Utama Makassar, Triono, saat meninjau lokasi.

(jbr/jbr)