Hari Ketiga Mogok Massal, Jutaan Warga New York Susah

Hari Ketiga Mogok Massal, Jutaan Warga New York Susah

- detikNews
Kamis, 22 Des 2005 17:02 WIB
Jakarta - Setelah melakukan pemogokan massal, serikat transportasi New York mulai melunak. Diancam denda besar dan kemungkinan dipenjara, serikat bersedia menghentikan aksi mogok jika rencana untuk mengubah pensiun pekerja dibatalkan.Aksi mogok seluruh awak transportasi kereta bawah tanah dan bus tersebut telah memasuki hari ketiga. Jutaan warga New York harus berjuang mati-matian untuk bisa sampai di tempat kerja mereka. Ada yang harus berjalan kaki hingga bermil-mil, ada yang mengayuh sepeda atau pun ber-skating ria di pagi buta yang dingin. Sengsara! Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (22/12/2005). Sekitar 33 ribu pekerja transportasi ikut serta dalam pemogokan besar-besaran ini. Presiden serikat pekerja menegaskan bahwa isu yang dipermasalahkan adalah rencana perubahan pensiun pekerja. Sebelumnya, upaya terakhir perundingan antara Serikat Pekerja Angkutan Umum (TWU) dan Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) gagal mencapai kesepakatan menyangkut gaji, pensiun, dan asuransi kesehatan. MTA bersikeras agar usia pensiun ditingkatkan menjadi 62 tahun dari 55 tahun yang sekarang berlaku. "Jika bukan karena soal pensiun, kami tidak akan melakukan pemogokan," tegas Presiden TWU Roger Toussaint. "Yang perlu dilakukan hanyalah mencoret proposal pensiun itu," imbuhnya.Akibat pemogokan ini, Hakim Pengadilan Tinggi New York, Theodore Jones, telah memerintahkan Toussaint dan dua wakilnya untuk datang ke pengadilan pada Kamis (22/12/2005) pagi waktu setempat. Mereka akan menghadapi tuduhan kriminal karena memerintahkan pemogokan ilegal.Jones juga telah menerapkan denda sebesar US$ 1 juta per hari untuk serikat tersebut. Bahkan dia mengancam akan menjatuhkan denda pribadi terhadap pemimpin serikat atau pun pekerja.Belum jelas sampai kapan pemogokan yang melumpuhkan kota New York ini akan berlangsung. Kerugian akibat mogok massal ini diperkirakan mencapai US$ 100 juta hingga US$ 400 juta per hari. Pemogokan transportasi yang terakhir di kota itu adalah pada tahun 1980 dan berlangsung selama 11 hari. (ita/)


Berita Terkait