KSP soal New Normal: Semua Dilakukan Hati-hati Sesuai Arahan Jokowi

Yogi - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 13:27 WIB
Petugas bermasker dan berpelindung wajah membersihkan  lantai di Mal Central Park, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sejumlah pusat perbelanjaan juga menyediakan fasilitas pendukung physical distancing, seperti mesin pembersih tangan otomatis, mesin penjual masker, alat pendeteksi suhu, dan stiker tanda jaga jarak sebagai persiapan operasional di era normal baru. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Kesiapan pusat perbelanjaan menjelang new normal. (Aditya Pradana Putra/Antara)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan pemerintah berhati-hati sebelum menggunakan istilah new normal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Ada masa transisi yang dilakukan selama new normal.

"Ketika mengatakan new normal, kita memberi arahan, harus terlebih dahulu ada sosialisasi, edukasi, dan simulasi. Jadi betul ada masa transisi dulu, tidak langsung dibuka begitu. Semua dilakukan dengan hati-hati sesuai yang diarahkan Presiden," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian dalam diskusi daring bertajuk 'New Normal, Are U Ready?', Sabtu (6/6/2020).



Donny mengatakan dengan protokol kesehatan ketat yang akan diterapkan, dia meyakini pada penerapan new normal nanti, sektor ekonomi dan aspek kesehatan bisa berjalan beriringan di tengah masyarakat.

"New normal harus dilakukan hati-hati dengan monitoring dan evaluasi yang berkala supaya kita tidak kecolongan. Jadi pemerintah sangat hati-hati agar ekonomi bisa bergulir tapi kesehatan masyarakat tidak dikesampingkan. Jadi saya kira ini bisa berjalan paralel tanpa meninggalkan satu dan lainnya," ujar Donny.



Donny menyebut langkah penerapan new normal yang diambil pemerintah telah dikaji dengan matang, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Dari sisi kesehatan, Donny menyebut pemerintah kini akan meningkatkan jumlah tes massal dari semula 10 ribu menjadi 20 ribu per hari.

"Jadi seluruh laboratorium itu sudah terintegrasi satu pintu dan gugus tugas akan terus meng-update data-datanya secara akurat. Lalu tes massal telah dilakukan secara kontinu. Sekarang sudah terpenuhi targetnya 10 ribu, dan Presiden Jokowi minta ditingkatkan jadi 20 ribu per hari," kata Donny.

(dkp/dkp)