Cerita Dosen Jadi Relawan, Terapkan Protokol Ketat Hindari Penularan COVID-19

Luqman Nurhadi Arunata - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 12:11 WIB
Ratusan Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 menghadiri acara Siaga Pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 yang digelar di Lapangan Wisma Atlet, Jakarta.
Ilustrasi (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Relawan nonmedis penanganan virus Corona (COVID-19) datang dari beragam profesi, tak terkecuali dosen. Dosen LSPR Jakarta Muhammad Hidayat menceritakan pengalamannya saat jadi relawan COVID-19.

Sebagai seorang relawan, Hidayat terbiasa terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Dia sejak awal telah memegang prinsip untuk siaga dan tangguh agar tidak terpapar COVID-19.

"Ini yang harus kita sama-sama sepakati bahwa COVID-19 ini semuanya bisa tertulari. Jadi awal kita pahami dulu sehingga kita menjadi tangguh, siaga. Jadi kenapa kita bisa tangguh, kita harus menjaga atau mengikuti protokol kesehatan," kata Hidayat melalui siaran langsung di YouTube BNPB, Sabtu (6/6/2020).

Sadar risiko besar terpapar COVID-19, Hidayat pun melakukan swab test hingga rapid test. Protokol kesehatan juga dia terapkan sampai ke rumah.

"Kalau di rumah saya di luarnya ada semprotan disinfektan untuk menyemprot alat-alat atau pakaian yang memang sudah saya datangi yang zona merah. Memang setelah itu pastinya harus mandi dulu. Kebetulan saya sudah tiga kali rapid test. Itu harus saya lakukan karena berada di lapangan dan swab test sudah dilakukan di Wisma Atlet. Jadi memang ketika di lapangan jangan sampai lengah, pastinya harus tetap mengikuti protokol kesehatan," ungkapnya.

Hidayat juga tak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang dosen. Kuliah jarak jauh masih dia jalani sembari mempersiapkan pembukaan kembali kampus di saat new normal.

"Kita memang menerapkan e-learning atau kelas jarak jauh. Kemudian dari sekarang kita sudah mempersiapkan kalau memang sudah ada aba-aba dari pemerintah Pemprov DKI karena, kalau memang boleh masuk proses tatap muka, kita dari sekarang sudah mempersiapkan sehingga nanti pas begitu dibuka tidak gagap lagi. Jangan sampai terlambat," ujar Hidayat.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2