PBNU: Demo Rusuh George Floyd Menguak Bobrok Demokrasi AS di Era Trump

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 12:07 WIB
Ketua Umum PBNU sekaligus Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK), Said Aqil Siradj bersama sejumlah tokoh lintas agama hadir dalam acara Pengukuhan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan di Jakarta, Sabtu (11/1/2020). Acara tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 20 ormas dan 280 tokoh agama.
Ketum PBNU Said Aqil Siroj (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Demonstrasi George Floyd yang berujung kerusuhan terus meluas di Amerika Serikat (AS). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menilai masalah berbau rasialisme ini telah menguak kegagalan Presiden AS Donald Trump dalam memimpin negaranya.

"Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika ke-45 telah menguak borok demokrasi Amerika yang selama ini tampil bak 'polisi' demokrasi dunia. Kampanye 'hitam' Trump di musim kampanye Pilpres AS yang rasis, yang menunjukkan sentimen negatif terhadap imigran kulit warna dan kaum muslim, telah menabung bara api yang meledak dalam kerusuhan rasial sekarang," kata Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/6/2020).

"Demokrasi Amerika tengah sekarat karena menghasilkan pemimpin konservatif yang menyeret demokrasi ke titik antiklimaks dengan retorika-retorika politik liberal yang selama ini dimusuhinya," sambungnya.

Said Aqil menjelaskan AS telah mengalami perubahan yang drastis dari masa Presiden Barack Obama hingga ke Trump. Dia menyebut, hal ini membuktikan bahwa fondasi demokrasi AS cacat lantaran tak bisa mengatasi masalah rasial dan kesenjangan ekonomi.

"Diskriminasi rasial dan kesenjangan ekonomi telah menjadi cacat bawaan seperti telah disinggung oleh Gunnar Myrdal sejak 1944 dalam bukunya 'An American Dilemma'," jelas Said Aqil.

Selanjutnya
Halaman
1 2