Anies Disarankan Injak 'Rem Darurat' Bila Angka Reproduksi Corona Naik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 11:36 WIB
Ilustrasi injak rem (detikcom)
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi PSBB masa transisi. Keputusan ini juga disertai pelonggaran aktivitas ekonomi di beberapa tempat dengan syarat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama masa transisi akan ada pengawasan yang ketat. Bila ada pelanggaran terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, Anies mengaku tak ragu menggunakan kewenangan untuk memberlakukan kembali PSBB.

"Bila kita tidak disiplin, bila pusat perbelanjaan dibuka secara bebas tanpa protokol kesehatan, bila restoran dibuat penuh karena ingin mengejar keuntungan, maka konsekuensinya kita bisa menyaksikan lonjakan kasus seperti bulan-bulan sebelumnya," ujar Anies dalam pernyataan pers di Jakarta, Kamis (4/6), saat pengumuman perpanjangan PSBB.

"Bila itu sampai terjadi, Pemprov DKI Jakarta dan Gugus Tugas DKI Jakarta tidak akan ragu dan tidak menunda menggunakan kewenangannya menghentikan kegiatan sosial ekonomi di masa transisi," kata dia.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Bayu Satria Wiratama mengatakan kebijakan 'rem darurat' memang harus ditempuh jika kasus penularan kembali menanjak naik. Parameternya adalah tingkat penularan atau angka reproduksi kembali naik dan mulai menyentuh angka 1,5.

Lazimnya, menurut Bayu, dalam kondisi seperti itu, angka reproduksi punya kecenderungan terus meningkat. "Ada kemungkinan kasus transmisi lokal tidak terkontrol. Lalu mulai muncul agak banyak kasus baru," ujar Bayu, yang saat ini sedang memperdalam ilmu epidemiologi di Taipei Medical University, Taiwan.

Tonton juga 'Alasan Anies Tak Pakai Istilah New Normal di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2