ADVERTISEMENT

Round-Up

Polemik Aplikasi Injil Bahasa Minang Tak Bikin Kominfo Asal Ambil Keputusan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 09:35 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Johnny G Plate (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate terkait adanya aplikasi Alkitab berbahasa Minang. Surat itu ditujukan agar pihak Kemenkominfo menghapus aplikasi tersebut.

Surat tersebut dikirim pada Kamis (28/5), yang dibenarkan oleh Plt Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Zardi Syahrir. Zardi menuturkan permintaan penghapusan aplikasi itu diajukan atas pertimbangan pendekatan budaya masyarakat Sumbar, bukan bermaksud membedakan agama.

"Kan di Sumatera Barat, kita tahu juga di sini ada budaya. Jadi memang kultur Islam lebih dekat dengan Sumbar," kata Zardi saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Zardi menekankan langkah yang diambil Pemprov Sumbar ini bukan bermaksud untuk membeda-bedakan agama. Namun lebih pada budaya di Sumbar itu sendiri.

"Bukan membedakan agama, ndak. Tapi ini budayanya. Jadi budaya di Sumbar arahnya Islam. Nah, berdasarkan itu, tentu tatanan budaya itu patut kita hargai karena budaya itu kan sebuah kepribadian orang Minang," tambahnya.

Dalam kopi surat yang beredar, ada dua alasan yang disampaikan Gubernur Sumbar hingga akhirnya meminta aplikasi Injil berbahasa Minang tersebut diminta dihapus. Aplikasi tersebut didapati di PlayStore dengan nama Kitab Suci Injil Minangkabau.

Zardi mengatakan masyarakat Minangkabau berkeberatan dan merasa resah oleh adanya aplikasi tersebut. Aplikasi itu dinilai bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau.

Irwan berharap Kemenkominfo lewat Jenderal Aplikasi Informatika dapat menghapus aplikasi tersebut dari PlayStore Google dan menghindari kemungkinan munculnya aplikasi sejenis di kemudian hari. Lantas bagaimana respons Menkominfo?

Tonton juga 'Respons Menkominfo Divonis Bersalah soal Blokir Internet Papua':

[Gambas:Video 20detik]

Johnny mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat dari Irwan. Dia menyebut akan mengecek apakah aplikasi tersebut melanggar dan tak sejalan dengan peraturan yang ada di Indonesia. Jika memang tak sesuai dengan hukum di Indonesia, permintaan Irwan bisa ditindaklanjuti.

"Saya akan cek apakah aplikasi tersebut melanggar ideologi negara, UUD, UU, atau peraturan turunan yang terkait," ujar Johnny.

"Jika melanggar atau tidak sejalan dengan ideologi negara, UUD, UU, atau peraturan turunannya, sebagaimana aplikasi atau konten yang menggunakan atau berada pada platform digital, seperti Google, Facebook, Microsoft, Instagram, dan lain-lain, maka prosedur dan proses take down dilakukan melalui platform digital tersebut," imbuhnya.

Johnny menilai tak bisa asal mengambil keputusan soal permintaan Gubernur Sumbar itu. Kemenkominfo akan bersikap hati-hati sebagai regulator dan akan mengkaji secara komprehensif.

"Kominfo sebagai regulator harus berhati-hati dan menjaga hak dasar konstitusional warga. Kami akan cek dulu secara komprehensif untuk mengambil kebijakan yang sejalan dengan aturan hukum dimaksud di atas," kata dia.

"Sepengetahuan saya, kitab suci Injil diterjemahkan dalam banyak bahasa, antara lain bahasa Latin, Inggris, Arab, Indonesia, China, dan lain-lain, baik menggunakan lingua franca besar maupun bahasa bahasa lokal di banyak negara. Namun, sekali lagi, Kominfo akan cek terlebih dahulu," tambah Johnny.

(idn/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT