Apa Itu Fenomena Strawberry Moon? Begini Penjelasan Lapan

Kadek Melda - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 17:35 WIB
MARAZION, ENGLAND - JUNE 28:  A full moon rises behind St Michaels Mount in Marazion near Penzance on June 28, 2018 in Cornwall, England. Tonights strawberry moon, a name given to the full moon in June by Native Americans because it coincides with strawberry picking season, comes as parts of the UK continue to experience heatwave weather and record breaking temperatures. (Photo by Matt Cardy/Getty Images)
Ilustrasi (Matt Cardy/Getty Images)
Jakarta -

Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam akun Instagram resminya menyampaikan akan ada fenomena astronomi yang dikenal dengan Strawberry Moon. Strawberry Moon akan terjadi tengah malam nanti.

Koordinator Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan Emanuel Sungging Mumpuni menjelaskan Strawberry Moon merupakan fenomena bulan purnama biasa. Nama strawberry berasal dari istilah yang dibuat oleh orang-orang Eropa.

"Mungkin untuk klarifikasi, Strawberry Moon itu sebetulnya hanya bulan purnama biasa, kebetulan juga nanti jam 12 malam lewat itu ada gerhana penumbra. Terus, kalau namanya strawberry itu hanya istilah yang berkembang di negara Barat," kata Emanuel saat dihubungi, Jumat (5/6/2020).

"Mungkin sudah masuk summer (musim) kalau di negara kayak Amerika, Eropa, gitu-gitu jadi cuma istilah saja, bukan fenomena strawberry gitu," sambungnya.

Emanuel mengungkapkan Strawberry Moon juga bisa dikatakan sebagai gerhana bulan penumbra. Dikatakan Emanuel, orang-orang yang tinggal di daerah Eropa menyebut bulan Juni sebagai bulan strawberry.

"Kebetulan saja kalau bulan Juni itu disebut sebagai bulan strawberry gitu. Istilah saja. Sebetulnya hanya gerhana bulan penumbra," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2