Kondisi Politik 2006 Diprediksi Tak Banyak Berubah

Kondisi Politik 2006 Diprediksi Tak Banyak Berubah

- detikNews
Kamis, 22 Des 2005 15:02 WIB
Jakarta - Politik Indonesia tahun 2006 diprediksi tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. Sebab pembangunan infrastruktur untuk membentuk negara yang demokratis masih belum terbentuk.Jika pembangunan infrastruktur tidak dilakukan sesegera mungkin, pengamat politik dari LIPI Bachtiar Effendy yakin 10-15 tahun lagi, perdebatan mengenai Indonesia untuk ke arah yang lebih baik masih akan berkutat pada masalah ini."Kalau keadaannya seperti ini, tahun 2006 tidak akan ada perubahan yang signifikan. Ruang optimisme menjadi sempit," katanya dalam seminar bertajuk "Prospek Politik 2006" di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (22/12/2005).Sementara pengamat politik internasional Zainuddin Jafar menilai peran Indonesia di dunia internasional tidak akan berubah menjadi objek seperti selama ini, apabila kepemimpinan nasional di bawah SBY-JK tidak menunjukkan kekuatannya.Selain itu, dia menyarankan agar SBY-JK kembali bersatu dalam menyikapi setiap persoalan sehingga terlihat kompak. Karena kekompakan inilah yang menjadi dasar Indonesia dipandang oleh dunia internasional."Untuk ikut bermain di kancah politik internasional, pemerintah harus kuat terlebih dahulu, terutama pemimpinnya. Jika tidak, politik luar negeri kita tidak akan mampu menjadi jembatan yang mulus untuk kepentingan luar negeri dan dalam negeri," ujarnya.Selain itu, dia mengusulkan agar pemerintah tidak hanya mengacu pada kekuatan Amerika Serikat, tapi juga membuka peluang dengan negara-negara lain, karena kekuatan di Eropa juga layak dipertimbangkan.Tetap StabilBerbeda dengan Bachtiar, pengamat politik dari Sugeng Sarijadi Syndicate, Sukardi Rinakit, menilai prospek politik 2006 akan tetap stabil. Hal ini akan terjadi di hampir semua parpol besar pendukung SBY, kecuali PDIP. Sehingga lembaga kepresidenan menjadi lebih kuat."Politik 2006 akan terlihat stabil dan ekonomi menjadi lebih baik. Hal yang sama juga terlihat dari dukungan TNI," katanya.Diakui Sukardi, meskipun dari beberapa fakta terakhir banyak TNI yang jengkel dengan SBY, namun karena SBY berasal dari kalangan TNI dan kader TNI terbaik, TNI akan tetap mendukung.Sementara di kalangan dunia usaha, reshuffle kabinet yang memasukkan tim ekonomi yang pro-pasar akan membuat gerakan sosial tidak cukup signifikan muncul di tahun 2006. Karena fakta di lapangan, gerakan sosial yang dimotori mahasiswa dan aktivis tanpa dukungan dana dari pengusaha daya tahannya sangat rendah.Di sisi lain, para pengusaha dalam kondisi seperti ini sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan pada parpol, seperti di tahun 1998.Optimisme stabilitas politik di tahun depan juga disampaikan Dosen Unair Daniel Sparingga. Menurutnya, berdasarkan situasi yang terjadi saat ini, politik tahun 2006 akan mengalami perubahan yang lebih baik meskipun berjalan lambat. Namun perubahan ke arah yang lebih baik sepenuhnya berada di tangan SBY. (umi/)


Berita Terkait