Penyitaan 6,9 Ton Narkoba, Komisi III: Polri Selamatkan Generasi Penerus

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 13:42 WIB
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Adies Kadir
Foto: Adies Kadir (Dok. Golkar)
Jakarta -

Polri menyita 6,9 narkoba di periode Januari-Juni 2020 dari para sindikat di seluruh Indonesia. Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Golkar, Adies Kadir, memuji hasil kerja Polri ini.

"Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Idham Azis yang telah berhasil membongkar jaringan narkotika internasional. Sejak beliau menjabat Januari 2020 sampai saat ini, sudah mengungkap kasus jaringan narkoba internasional sebanyak 7 ton atau senilai Rp 840 M," sebut Adies Kadir dalam keterangan yang diterima, Jumat (5/6/2020).

Adies menyebut efek narkoba amat bahaya bagi penerus bangsa. 1 kg narkota, kata dia, bisa dipakai untuk 4.000 orang.

"Berarti sekitar 20 juta orang generasi penerus bangsa telah diselamatkan Polri dari bahaya laten narkotika selama bulan Januari 2020 sampai saat ini. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, untuk jangan ragu-ragu lagi menghukum mati para bandar narkotika ini," sebut Adies Kadir.

Sekretaris Fraksi Golkar DPR ini meminta aparat hukum terkait seperti BNN, Kejaksaan, pengadilan, juga serius mengawal hasil tangkapan dari Polri ini. Selain itu, Adies juga memberi atensi khusus atas hasil kerja Bareskrim Polri.

"Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin oleh Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Satgasus Merah Putih Bareskrim Mabes Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Brigjen Pol Fredy Sambo dan Brigjen Pol Iwan Kurniawan," kata Adies.

"Baru-baru ini menangkap ksus peredaran gelap narkotika seberat 402 kg. Semoga kerja-kerja baik jajaran Polri ini, dapat ditiru oleh aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas bahaya laten narkotika di Indonesia," jelas Adies Kadir.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut ada keterlibatan sindikat narkoba internasional berkaitan pengungkapan kasus 402 kilogram sabu senilai Rp 480 miliar di Sukabumi. Sabu dari Iran itu masuk ke Sukabumi melalui jalur laut usai transaksi dalam kapal di tengah perairan Samudera Hindia.

"Sindikat narkoba jaringan internasional, sindikat Timur Tengah. Ini merupakan pengembangan dari penangkapan terakhir 22 Mei lalu di wilayah Banten, kita mendapatkan narkoba jenis sabu 821 kilo," kata Listyo di lokasi penggerebekan, Perumahan Taman Anggrek, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6).

(gbr/fjp)