Round-Up

Heboh Jenazah PDP Corona Dibawa Kabur Keluarga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 07:53 WIB
Poster
Ilustrasi Korban Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Video jenazah PDP Corona di RS Dadi, Makassar, yang dibawa kabur keluarga membuat kehebohan di media sosial. Keluarga menjemput jenazah dengan membawa senjata tajam.

Mulanya video jenazah PDP Corona yang dibawa kabur keluarga itu beredar di media sosial. Pihak rumah sakit membenarkan insiden dalam video tersebut.

"Iya, kemarin itu," ujar Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (4/6/2020).

Di video yang beredar, tampak sejumlah pria mengevakuasi jenazah terbungkus kain sarung dan meninggalkan ruangan di RS Dadi. Ada sekitar tujuh orang pria yang terlibat mengevakuasi jenazah.

Arman menjelaskan, sebelum meninggal, sang pasien merupakan pasien rujukan yang mulai dirawat di RS Dadi pada Senin (1/6). Pasien disebut berstatus PDP Corona.

"Dia belum COVID, masih PDP, tapi sudah keluhan sesak, batuk, apa semua, langsung masuk ruang ICU," katanya.

Namun, dua hari kemudian, sang pasien meninggal pada Rabu (3/6), sekitar pukul 14.00 Wita. Pihak RS langsung berkoordinasi ke pihak Gugus Tugas COVID-19 agar datang menjemput jenazah untuk dimakamkan di Kompleks Pemakaman Macanda, Gowa, sebagai lokasi pemakaman khusus bagi korban COVID-19.

"Nah, kemarin itu waktu kejadian, prosedurnya itu otomatis petugas kami langsung menelepon ke Satgas bahwasanya ada pasien yang kami curiga COVID meninggal. Jadi, pada saat kita menelepon, kita langsung menyiapkan pemulasaraan," terang Arman.

Hanya, kata Arman, saat pihak RS menunggu tim Gugus Tugas datang menjemput jenazah, tanpa disangka pihak keluarga lebih dulu mengevakuasi jenazah keluarganya dari RS.

"Cuma ada sedikit mis, ternyata Satgas yang menjemput mayat ini ternyata ada juga kasus kematian di RS Ibnu Sina, akhirnya terlambat datang ke sini," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3