BMKG Prediksi Potensi Banjir Rob Terjadi Hingga 6 Juni, Warga Diminta Wapada

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 00:56 WIB
BMKG memprediksi tanggal 9-12 Januari 2020 cuaca buruk akan menerjang kawasan Jakut dan air pasang laut yang menyebabkan rob.
Ilustrasi banjir rob di Jakarta Utara (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi banjir rob akan terjadi hingga Sabtu 6 Juni 2020. Banjir rob diprediksi terjadi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, termasuk pesisir Jakarta Utara.

"Potensi gelombang tinggi di Laut Jawa dan rob di Pesisir Utara Jawa diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu 6 Juni mendatang dan memiliki kecenderungan menurun seiring dengan penurunan kecepatan angin," kata Plt Deputi Bidang Meteorologi Herizal, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2020).

Herizal mengatakan banjir rob ini dipicu oleh kombinasi antara periode pasang air laut bersamaan dengan adanya rambatan gelombang tinggi dari Samudera Hindia. Dia menyebut tinggi gelombang air laut mencapai 2,5 -4 meter.

"Potensi tersebut disebabkan oleh kondisi pasang air laut yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia akibat fase bulan purnama (full moon/spring tide). Selain dari faktor astronomis tersebut, terdapat faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diprakirakan terjadi mencapai 2,5 meter hingga 4,0 meter di Laut Jawa," ujar Herizal.

"Lalu dibangkitkan oleh embusan angin kuat dan persisten mencapai kecepatan hingga 25 knot (46 km/jam) yang ikut berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut yang terjadi di Perairan Utara Jawa. Secara klimatologis, tinggi muka air laut pada bulan Mei dan Juni di Perairan Indonesia umumnya berada di atas tinggi muka laut rata-rata (mean sea level, MSL)," sambungnya.

Untuk itu, masyarakat yang berada di pesisir utara Laut Jawa diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama daerah berelevasi rendah, termasuk pesisir Jakarta Utara.

"Masyarakat terutama yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah seperti Pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang," tutup Herizal.

(eva/lir)