Gelar Patroli Laut, Kemenhub Imbau Kapal Aktifkan Sistem Identifikasi

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 21:56 WIB
Kemenhub
Foto: dok Kemenhub
Jakarta -

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meningkatkan kegiatan patroli laut dalam rangka pengawasan keselamatan dan pengamanan bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (TSS). Adapun target operasi yang dilaksanakan dalam patroli tersebut yaitu memastikan kapal yang melintas mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis Kapal (Automatic Identification System/AIS).

"Target operasi dan keadaan darurat dari operasi gabungan kali ini yaitu pengaktifan AIS di kapal yang melintas, sosialisasi TSS Selat Sunda, dan penanganan musibah di laut dengan wilayah operasi selat sunda dan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2020 ini," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Adapun TSS yang berada di Selat Sunda dan juga Selat Lombok tersebut akan mulai diberlakukan mulai 1 Juli 2020 mendatang. Untuk itu, Ahmad mengatakan unsur KPLP mulai dari kapal patroli maupun SDM nya dipersiapkan untuk mengawal pemberlakukan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok tersebut.

"Seperti mengadakan patroli bersama yang saat ini akan dilakukan oleh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok bersama dengan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) untuk kegiatan keselamatan dan keamanan pelayaran di TSS Selat Sunda," jelas Ahmad.

Di sisi lain, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Pujo Kurnianto mengatakan penanggung jawab dari organisasi patroli bersama antara Pangkalan PLP dengan Polair ini adalah Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub dan Kakorpolairud Direktorat Polisi Air Baharkam Polri, yang di mana pelaksanaannya dipimpin oleh Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok dan Dir. Polair.

"Dalam operasi bersama ini terdapat 3 unsur yang dilibatkan, antara lain Kapal Negara, Kapal Polisi dan Humas," kata Pujo.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan tanggung jawab dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok adalah melakukan penyusunan rencana operasi, antara lain memastikan kesiapan dari unsur kapal, membuat rencana patroli bersama dan membagi sektor operasi masing-masing unsur kapal.

"Selain itu, kami juga bertanggungjawab untuk membagi informasi terkait pelaksanaan operasi serta melaporkan hasil monitoring dari operasi," ucapnya.

Pujo juga menjelaskan prosedur penegakan hukum yang akan dilakukan dari patroli bersama tersebut diawali dengan indikasi atau informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) jika terdapat pelanggaran, selanjutnya akan dilakukan operasi bersama dan dilakukan pemeriksaan di atas kapal.

"Jika terdapat temuan dugaan pelanggaran, akan dilakukan pengawasan, pembinaan dan pelaporan oleh petugas," ungkap Pujo.

Dirinya menambahkan, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok telah menyiapkan 5 Kapal Negara yang akan digunakan dalam operasi bersama, yaitu KN. Trisula - P.111, KN. Alugara - P.114, KN. Celurit - P.203, KN. Cundrik - P.204 dan KN. Belati - P.205. Rencananya patroli bersama ini akan dilaksanakan menjelang pemberlakuan TSS di Selat Sunda tepatnya pada minggu ke empat bulan Juni, yaitu pada tanggal 23 sampai dengan 27 Juni 2020.

"Saat ini sedang dalam tahap koordinasi dan penyiapan kapal-kapal negara patroli dan kapal polisi yang akan melaksanakan patroli bersama di TSS Selat Sunda," pungkasnya.

(ega/ega)