Difitnah Netizen, Nakes yang Rawat Pasien Corona Laporkan 5 Akun FB ke Polisi

Ajis Khalid - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 18:43 WIB
Nakes di Gorontalo polisikan akun Facebook yang lakukan fitnah
Nakes di Gorontalo polisikan akun Facebook yang melakukan fitnah. (Ajis Khalid/detikcom)
Gorontalo -

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani pasien Corona (COVID-19) di Gorontalo mendatangi Polda Gorontalo untuk melaporkan 5 akun media sosial. Mereka merasa difitnah menerima uang sejumlah Rp 15 juta.

"Atas nama organisasi profesi dari Ikatan Apoteker Indonesia, dari IDI, Ikatan Perawat Indonesia, dan semua tenaga kesehatan yang ada di Provinsi Gorontalo melakukan pengaduan di Polda Gorontalo karena kami merasa keberatan dengan postingan-postingan yang ada di medsos yang menyudutkan kami," kata Rita Bambang, salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Tengah Gorontalo, pada detikcom, Kamis (4/6/2020).

Dia menjelaskan warga Gorontalo harus mengetahui bahwa tenaga kesehatan tidak pernah melakukan penipuan dalam penanganan wabah Corona. Rita menuturkan yang dilakukan semua tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat dan tenaga medis, bekerja dengan ikhlas.

"Kami tidak ada tendensi apa pun. Tidak ada biaya-biaya apa pun yang disebutkan di media sosial untuk kami. Isi posting-an, ada hujatan, ada fitnah kemudian ada penghinaan. Ini yang kami takutkan ketika kami melakukan tracking pada masyarakat untuk memutuskan mata rantai COVID-19 keselamatan kami di lapangan terancam," jelas Rita yang mengaku tenaga apoteker.

Dia menjelaskan sesuai kesepakatan dia dan rekan-rekan sejawat, akhirnya mereka menyikapi tudingan ini dengan melapor ke aparat. Dia berharap polisi mengusut akun-akun yang melakukan fitnah dan pelecehan terhadap profesi tenaga kesehatan.

Nakes di Gorontalo polisikan akun Facebook yang lakukan fitnahNakes di Gorontalo memolisikan akun Facebook yang lakukan fitnah (Ajis Khalid/detikcom)

"Fitnah yang disampaikan di akun medsos, kami dikatakan menerima uang Rp 15 juta, berapa pun yang dikatakan di situ. Dituding kami makan uang haram, kami dicaci, di maki. Kami melapor akun lebih dari lima akun," tegas Rita.

Dia juga berharap warga cerdas dan mau bertanya kepada orang yang berkepentingan dalam penanganan wabah Corona. Tidak sembarangan menulis di akun medsos yang ada nada fitnah dan pelecehan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono membenarkan ada sejumlah tenaga kesehatan yang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo untuk melaporkan sejumlah akun media sosial.

"Iya benar ada beberapa orang tenaga medis yang datang melakukan laporan mengadukan posting-an di beberapa akun di media sosial Facebook, salah satunya atas nama Aluia Ananda, dalam posting-an tersebut ini menyatakan dengan bahasa yang tidak pantas terkait virus Corona, termasuk memfitnah tenaga medis yang ada," terang Wahyu.

(aud/aud)