Penduduk Jepang Menciut
Kamis, 22 Des 2005 12:32 WIB
Jakarta - Untuk pertama kalinya penurunan populasi Jepang pada tahun ini mencapai rekor terendah. Anjloknya populasi ini menandai perubahan demografis masyarakat negeri Sakura itu.Survei tahunan Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa angka kematian melebihi angka kelahiran tahun ini sebanyak 10 ribu. Ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak data kependudukan mulai dikumpulkan pada tahun 1899 silam.Demikian disampaikan pejabat Kementerian Kesehatan Yukiko Yamaguchi seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (22/12/2005).Penciutan ini menunjukkan percepatan dari proyeksi semula bahwa perkiraan populasi Jepang sebesar 127,7 juta jiwa akan mulai berkurang secepatnya pada tahun 2006. Dan kemungkinan akan menciut sampai 27 juta jiwa sehingga tinggal 100,7 juta jiwa pada tahun 2050 mendatang.Selain itu, kemerosotan angka kelahiran negeri Matahari Terbit itu, yakni 1,29 anak per wanita Jepang pada tahun 2004, juga mencapai rekor terendah. Ini juga merupakan akar anjloknya populasi.Usia menikah yang semakin tua, rumah yag sempit dan mahalnya biaya pendidikan disebut-sebut sebagai alasan kaum perempuan Jepang untuk tidak memiliki banyak anak.Jepang mulai mendata jumlah kelahiran dan kematian pada tahun 1899. Sejak itu pendataan terus dilakukan setiap tahun kecuali selama periode 1944-1946, saat negeri itu mengalami kekacauan akibat kekalahan dalam Perang Dunia II.
(ita/)











































