MUI: Pengusaha Tekan Pemerintah Legalkan Judi
Kamis, 22 Des 2005 12:33 WIB
Jakarta - Meski Kapolri rajin memberantas, namun masih saja ada yang berusaha memelihara judi. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menduga adanya tekanan-tekanan dari pengusaha judi kepada pemerintah agar judi dilegalkan."Sudah sejak lama saya menduga ada tekanan dari pengusaha judi," ujar salah satu ketua MUI, Amidhan, kepada detikcom sebelum acara seminar bertajuk Pelanggaran HAM di PT Dirgantara Indonesia bertempat di Hotel Sheraton Media, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2005) Amidhan mengatakan, pengusaha-pengusaha judi tersebut berargumen bahwa selama ini perjudian tetap ada, namun pajak dari perjudian malah tidak ada yang masuk ke pemerintah."Tekanan berupa iming-iming ratusan miliar untuk pendapatan pajak ini yang dikhawatirkan," tambah Amidhan. Karenanya, menurut Amidhan, pemerintah nantinya akan berhadapan dengan rakyat yang kontra terhadap legalisasi judi jika nekat melegalkan kegiatan haram itu. "Siapa pun yang merencanakan ini baik pemerintah ataupun DPR, kami tidak setuju. Mereka akan mendapatkan perlawanan dari DPR dan ormas-ormas lain," kata dia.Dijelaskan Amidhan, upaya legalisasi judi justru akan memunculkan kejahatan-kejahatan lainnya dan bukan merupakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan perjudian di Indonesia. Kondisi inilah yang justru akan menambah beban kepolisian dalam memberantas kriminalitas."Awalnya Kapolri Jenderal Pol Sutanto saya nilai baik, tapi karena dia punya banyak pekerjaan, mungkin kerepotan. Saya harap Kapolri tidak anget-anget tahi ayam dalam memberantas perjudian," cetus Amidhan.
(wiq/)











































