Anies Perpanjang PSBB, Pemprov DKI Evaluasi Ganjil Genap Minggu Depan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 17:04 WIB
Petugas Dishub dan Polantas melakukan sosialisasi perluasan  ruas jalan ganjil genap di kawasan simpang besar Matraman, Jakarta Timur.
Foto ilustrasi sistem ganjil-genap. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi dan memutuskan apakah ganjil-genap akan diberlakukan kembali atau tidak.

"Kebijakan ganjil-genap saat ini tidak diberlakukan, akan dilakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas dalam satu minggu ke depan sebagai bahan evaluasi kebijakan ganjil-genap selanjutnya," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, saat dihubungi, Kamis (4/7/2020).

Menurut Syafrin, bahan evaluasi bukan hanya soal kepadatan kendaraan yang ada di Jakarta. "Kami akan lakukan evaluasi secara komprehensif," ucap Syafrin.

Ganjil genap di DKI Jakarta sudah ditiadakan sejak 16 Maret, ketika itu diberlakukan selama 14 hari. Namun durasinya lantas diperpanjang beberapa kali mengikuti kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Pemprov DKI Jakarta.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa PSBB. Anies juga menetapkan Juni ini sebagai masa transisi.

"Maka kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi," kata Anies, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6).

"Saat ini statusnya tidak berubah, tetap PSBB, tapi kita mulai melakukan transisi di bulan Juni, menuju apa? Menuju aman sehat produktif," lanjutnya.

Simak video 'Anies Ancam Hentikan Kelonggaran di Masa Transisi, Bila...':

(aik/bar)