Pemkab Bogor Siapkan Skenario Sistem Belajar 3 Zona

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 14:07 WIB
A Happy Little Asian boy holding pencil while reading on notebook homework with smiling face on wooden table.Back to School concept.
Foto: Thinkstock
Bogor -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membagi sistem pembelajaran siswa menjadi 3 zona di tahun ajaran baru masa pandemi saat ini. Bagaimana mekanismenya?

"Untuk tahun ajaran baru 13 Juli, kita sedang menyusun 3 skenario pembelajaran. (Ada) skenario zona hijau, skenario zona merah, skenario zona oranye," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna di Kantor Bupati Bogor Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2020).

Entis mengatakan semua sekolah di 3 zona tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Namun Entis mengatakan mekanisme rinci dan pembagian zona sekolah untuk sistem pembelajaran masih dibahas.

Dia hanya menjelaskan sistem pembelajaran siswa akan dibagi 2 metode, yakni sistem daring dan tatap muka di kelas.

"Ada yang zona hijau boleh jadi anak full (masuk ke sekolah dalam 1 minggu). Zona oranye apalagi yang zona merah, nanti 2 sif belajar juga dikurangi. Dalam 1 Minggu nanti anak bisa belajar tatap muka dengan guru 3 hari, daring 3 hari," ucapnya.

Untuk para guru, lanjut Kadisdik, belum ada pembahasan apakah ada batas usia ketika mengajar di kelas. Entis menjelaskan guru yang memiliki gejala penyakit diharapkan tidak mengajar di kelas.

"Boleh jadi seperti ini, ketika dia (sekolah di zona) hijau tiba-tiba berubah jadi (zona) merah ya tidak perlu lagi menanyakan kapan skenario merah. Ikuti saja skenario (zona) merah. Atau sebaliknya, merah jadi kuning (oranye) jadi hijau tinggal mengikuti. (Mekanisme zona) ini sedang digodok. Insya Allah hari Senin kita informasikan," tandas Entis.

(tor/tor)