Puskesmas Luwu Timur Rapid Test 437 Warga, 37 Dinyatakan Reaktif Corona

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 11:18 WIB
Sebanyak 87 pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Pria  (LPKA) Tangerang menjalani rapid test virus Corona, di dalam kompleks LPKA, Tangerang, BAnten, Sabtu (30/5/2020). Hasil tes tersebut menunjukan seluruh pegawai termasuk pimpinan negatif terhadap virus Corona COVID-19.  Saat ini LPKA Tangerang membina 55 anak binaan dengan masa hukuman 3 bulan hingga 10 tahun. Selama pandemi Corona, aktivitas lapas seperti olahraga menggunakan protokol pandemi. Selain itu, untuk mencegah virus masuk ke dalam lapas, waktu menjenguk keluarga juga masih belum diperbolehkan.
Ilustrasi rapid test Corona. (Ari Saputra/detikcom)
Luwu Timur -

Puskesmas di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melakukan rapid test virus Corona (COVID-19) kepada 437 warga. 37 orang di antaranya dinyatakan reaktif COVID-19.

"Total masyarakat yang sudah melakukan Rapid Tes di Puskesmas ialah 437 orang dimana terdapat 37 yang reaktif," kata Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Luwu Timur, Muhammad Zabur, kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Zabur mengatakan rapid test tersebut digelar di 10 puskesmas se-Lutim sudah melakukan rapid test massal gratis, yakni Puskesmas Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, Angkona, Malili, Lakawali, dan Nuha.

Rinciannya, pada 1 Juni 2020, Kecamatan Malili melayani 37 orang. Pada 2 Juni 2020, Puskesmas Mangkutana melayani 27 orang dan Angkona melayani 17 orang. Kemudian, Puskesmas Parumpanai melayani 64 orang, dan Nuha melayani 18 orang, dengan total 163 rapid test, 6 dinyatakan reaktif.

Sementara pada 3 Juni 2020, Puskesmas Burau melayani 23 orang, Wotu melayani 37 orang, Tomoni melayani 3 orang, Tomoni Timur melayani 6 orang, Mangkutana melayani 19 orang. Kemudian, Kalaena melayani 12 orang, Angkona melayani 13 orang, Malili melayani 80 orang, Lakawali melayani 4 orang, dan Nuha melayani 77 orang, dengan total pemakaian alat rapid test sebanyak 274, yang 31 di antaranya dinyatakan reaktif.

"Sekali lagi kami tegaskan, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan rapid test, silakan datang ke puskesmas masing-masing sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak PKM, namun diprioritaskan bagi yang urgen atau sangat membutuhkan, seperti ingin bepergian untuk pendidikan, bepergian untuk kembali bekerja, bepergian untuk melayat atau berduka, dan bepergian untuk berobat," tegas Zabur.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu Timur ini juga menjelaskan bahwa kemarin pihaknya menaikkan tensi rapid test-nya dan meminta semua puskesmas mengetes ibu hamil.

"Kenapa ibu hamil? Karena kami menilai ibu hamil perlu diperhatikan, mereka rentan terpapar, makanya perlu di-rapid dan semuanya ini gratis," kata Zabur.

Lebih lanjut, Zabur menjelaskan, rapid test ini digelar setelah Tim GTPPC Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menginstruksikan kepada semua puskesmas se-Lutim untuk menggelar rapid test massal gratis mulai tanggal 02 Juni 2020, untuk masyarakat yang membutuhkan surat keterangan sehat.

"Jadi, sejak instruksi itu keluar, sudah ada beberapa puskesmas menggelar rapid test massal kemarin Selasa (2/6), seperti Puskesmas Mangkutana, Angkona, Parumpanai, dan Nuha," ungkap Zabur.

(mae/mae)