Jokowi Tak Mau Pelacakan Corona Masih Konvensional, Contohkan Selandia Baru

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 10:25 WIB
Presiden Jokowi dalam peringatan hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).
Foto: Presiden Jokowi (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin jajarannya bekerja lebih keras dalam hal pelacakan kasus COVID-19. Jokowi tak mau cara yang dipakai masih konvensional.

"Sekali lagi saya minta untuk pelacakan secara agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi," kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas yang disiarkan Setpres, Kamis (4/6/2020).

Jokowi lalu memberi contoh pelacakan kasus Corona di sejumlah negara. Jokowi menilai langkah negara-negara seperti Korea Selatan dan Selandia Baru sudah efektif.

"Seperti yang kita lihat di negara-negara lain, misalnya di Selandia Baru, mereka menggunakan digital diary," kata Jokowi.

"Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik," sebut Jokowi.

Jokowi sebelumnya telah mematok target tes Corona 10 ribu spesimen per hari. Target ini kini dinaikkan.

"Saya harapkan target berikutnya ke depan adalah 20 rbu per hari," sebut Jokowi.

Target 10 ribu Uji Spesimen Terlampaui, Jokowi: Berikutnya 20 Ribu/Hari:

(gbr/gbr)