Begini Manajemen Terbaik Hadapi Corona Menurut Pakar dari Harvard

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 06:38 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Gambar ilustrasi (Dok. Anadolu Agency)
Jakarta -

Bagaimana cara terbaik pemerintah dalam menghadapi wabah virus Corona? Mahasiswi Indonesia dan juga peneliti (fellow) di Harvard Kennedy School, Marina Kusumawardhani, menghimpun pendapat para pakar kebijakan publik dari kampusnya.

Marina mewawancarai delapan dosen senior kebijakan publik, secara daring, pada Maret hingga April 2020. Hasilnya disampaikan Marina lewat keterangan pers kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

Menurut Marina yang tiga tahun bekerja di Kantor Staf Presiden (KSP) sebelum berangkat ke AS ini menilai kondisi AS dan Indonesia punya kesamaan secara demografi (kependudukan).

Kemudian Marina mencoba menarik pengalaman AS supaya bisa dipetik pelajaran oleh Indonesia. Para dosen menganalisis kondisi penanganan pandemi COVID-19 di AS, negara yang dipimpin Presiden Donald Trump.

"Kebanyakan para dosen senior ini frustasi dengan kebijakan-kebijakan Presiden Trump," kata Marina.

Profesor bernama Jay Rosengard, menyatakan dalam wawancaranya bahwa pembukaan ekonomi kembali sangat masuk akal, terutama karena kebijakan lockdown sangat memberatkan masyarakat ekonomi ke bawah. Tetapi kebijakan new normal ini hanya bisa dilakukan jika suatu negara sudah memiliki kemampuan testing dan tracing yang sangat luas. Dan menurutnya, bahkan Amerika Serikat pun belum mampu melakukannya.

"Dia juga berpendapat bahwa kepentingan ekonomi (selain kesehatan) juga harus dilindungi, dan dia memuji kebijakan-kebijakan Indonesia yang sudah ada seperti BLT, bantuan pangan, dan kartu Pra-kerja untuk melindungi pengangguran, yang kurang lebih sama dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan Amerika, dan harus terus diperluas," ujar Marina.

Simak video 'Penembakan Terjadi di AS, Tak Terkait Demo George Floyd':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3