2 Pasien Flu Burung Resistan terhadap Obat Tamiflu
Kamis, 22 Des 2005 10:58 WIB
Jakarta - Wabah flu burung belum juga mereda. Bahkan ditemukan dua kasus penderita flu burung yang resistan terhadap obat antivirus Tamiflu, yang oleh para pakar kesehatan diharapkan mampu mencegah penyebaran penyakit mematikan itu.Kedua pasien flu burung itu baru-baru ini meninggal di Vietnam. Keduanya adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun dan seorang pasien lainnya berusia 18 tahun, yang meninggal tiga pekan setelah mengalami gejala-gejala flu burung.Kematian dua warga Vietnam itu menunjukkan bahwa virus H5N1 resistan terhadap kandungan oseltamivir, yang dijual dengan nama Tamiflu. Demikian menurut hasil studi yang dirilis New England Journal of Medicine, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/12/2005)."Resistansi bisa muncul selama terapi oseltamivir yang direkomendasikan sekarang ini," demikian artikel yang dimuat di jurnal tersebut. "Strategi untuk perawatan infeksi virus influenza A (H5N1) hendaknya mencakup agen-agen antivirus tambahan," demikian hasil studi itu.Menurut studi itu, sekitar 18 persen anak-anak yang dirawat dengan Tamiflu, ditemukan membawa varian yang resistan terhadap virus flu burung. Temuan ini merupakan masalah yang perlu ditangani segera. Sebelumnya pada Oktober lalu, sebuah majalah lokal melaporkan bahwa seorang gadis Vietnam juga menunjukkan gejala-gejala resistansi terhadap Tamiflu. Namun dia selamat.
(ita/)











































