MA Tolak Kasasi Eks Bupati Cianjur, KPK Segera Lakukan Eksekusi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 20:47 WIB
Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (8/2/2019). Irvano diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.
Eks Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK mengaku telah menerima petikan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi mantan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. KPK mengaku bakal segera melakukan eksekusi.

"Saat ini telah berkekuatan hukum tetap dan KPK akan segera berkoordinasi dengan Jaksa Eksekusi guna melaksanakan eksekusi terhadap ke empat putusan MA tersebut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Ali mengatakan KPK juga menerima putusan MA terkait kasasi tiga terdakwa lain yakni eks Kepala Bidang Sekolah Menengah Pratama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Rosidin; Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi dan Tubagus Cepy Septhiady. Ali menyebut MA juga menolak permohonan kasasi yang diajukan KPK untuk tiga terdakwa itu.



"Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/penuntut umum pada KPK," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, MA menolak permohonan kasasi yang diajukan Irvan Rivano Muchtar. Dengan demikian, Irvan tetap dibui 5 tahun karena korupsi pembangunan gedung SMP.

"Terdakwa tolak, JPU tolak perbaikan," demikian amar putusan yang dilansir website MA, Jumat (29/5).



Duduk sebagai ketua majelis Prof Surya Jaya dengan anggota LL Hutagalung dan Agus Yunianto. Dalam perbaikannya, majelis menambahkan hukuman pidana uang pengganti Rp 450 juta subsider 1 tahun penjara.

Kasus korupsi itu bermula saat Kabupaten Cianjur menerima bantuan dana APBN senilai Rp 48 miliar untuk DAK fisik untuk 137 SMP di Cianjur tahun anggaran 2018. Adanya rencana kucuran dana dari Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas) ini dilaporkan Cecep ke Bupati Irvan. Dari situlah, rencana busuk Irvan dimulai.

Kemudian Irvan terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Oktober 2018. KPK menyita barang bukti uang Rp 1,5 miliar dari dalam mobil Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi.



Ternyata Irvan Rivano Muchtar meraup Rp 6,9 miliar dari hasil memeras Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 137 kepala SMP di Kabupaten Cianjur. Sebelum pencairan DAK, Irvan minta uang muka. Kasus bergulir ke pengadilan.

Pada 9 September 2020, Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan Irvan terbukti bersalah berdasarkan Pasal 12 Huruf F UU Tindak Pidana Korupsi. Majelis yang diketuai Daryant menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irvan Rivano Muchtar pidana penjara selama 5 tahun. Vonis ini pun dikuatkan hingga tingkat kasasi.

(ibh/dkp)