Mal di Depok Dibuka Kembali Jumat 5 Juni dengan Protokol Ketat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 20:07 WIB
Wali Kota Depok M Idris Cek Kesiapan Salat Berjamaah di Masjid Jelang New Normal
Wali Kota Depok M Idris Cek Kesiapan Salat Berjemaah di Masjid Jelang New Normal (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Depok -

Perekonomian di Kota Depok akan dibuka kembali pada Jumat, 5 Juni, dalam rangka menghadapi tatanan baru di tengah pandemi Corona (COVID-19). Salah satunya mal dibuka kembali dengan protokol ketat.

"Ekonomi akan kita buka, mal-mal dengan protokol kesehatan, besok contohnya akan kita sosialisasi. Ada kemarin di Jalan Margonda ada tiga mal persiapannya sudah bagus untuk dilaksanakan pembukaan mal di hari Jumat," kata Idris kepada wartawan di Masjid Baiturrahman, Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Rabu (3/6/2020).

Idris mengatakan rumah makan di seluruh Kota Depok juga akan kembali dibuka. Namun, kata Idris, akan dilakukan pembatasan-pembatasan terkait jumlah kursi yang disediakan.

"Termasuk juga rumah makan, itu satu, restoran kapasitas kursinya, bangkunya 4 itu hanya 50 persen jadi 2. Seperti itu dan sudah dipersiapkan," ujar Idris.

Idris menyampaikan bahwa Depok saat ini masih dalam zona kuning.

"'New normal' itu kalau dalam artian se-new-new-nya, kalau sudah zona hijau. Kita masih kuning, tapi rendah," kata Idris.

Tonton video 'JK: Protokol Kesehatan di Masjid Mudah Diatur daripada Pasar-Mal':

"Mudah-mudahan bisa zona biru. Kalau zona biru sudah aman, nanti kalau zona hijau baru aman semua," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Provinsi Jawa Barat bersiap menghadapi fase 'new normal'. Fase ini akan mulai berlaku pada Senin, 1 Juni 2020.

"Ya kita akan mulai kurang-lebih di hari Senin, jadi hari Rabu ini sampai Minggu kita sosialisasi," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (27/5).

Dalam pelaksanaan 'new normal' di Jabar, kata Kang Emil, sejumlah aktivitas perekonomian, dari toko hingga mal, bisa beroperasi. Namun, pertokoan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Jadi istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya jadi adaptasi terhadap situasi yang baru. Nah, apa yang diadaptasi? Pelan-pelan bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru. Protokolnya sedang kami siapkan," tuturnya.

(mei/mei)