Dipecat dan Di-recall, Djoko Edhi Minta Diberi Kesempatan Bela Diri
Kamis, 22 Des 2005 10:03 WIB
Jakarta - Rapat Pengurus Harian DPP PAN, Rabu malam (21/12/2005) sepakat dengan bulat memberhentikan Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman dari Pengurus DPP PAN dan me-recall keanggotaannya di DPR dengan pergantian antarwaktu (PAW).Atas keputusan rapat harian tersebut, Djoko Edhi minta maaf atas semua kekeliruan dan memohon untuk sekali lagi dapat melakukan pembelaan diri pada rapat pleno DPP PAN, Januari 2006 mendatang. Itulah permintaan yang disampaikan Djoko Edhi saat mengikuti Rapat Harian DPP PAN, Rabu malam (21/12/2005)."Djoko Edhi berharap dan meminta sekali lagi agar diberi waktu untuk membela diri pada rapat pleno DPP PAN. Tentu saja itu hak yang bersangkutan untuk membela diri, tapi sudah tidak mengubah keputusan," kata Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan saat dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2005).Keputusan DPP PAN memecat Djoko Edhi dari pengurus dan me-recall keanggotaannya di DPR. Menuruf Zulkifli, keputusan yang diambil dalam rapat pengurus DPP PAN sudah sesuai mekanisme AD/ART PAN."Tadi malam, setelah kita menyampaikan keputusan, yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri dan menyampaikan alasan-alasannya. Tapi keputusan sudah bulat, jadi kita proses dan nanti akan kita bawa ke pleno," kata Zulkifli.Dalam pandangan pengurus DPP PAN, apa yang dilakukan oleh Djoko Edhi dalam kunjungan ke Mesir yang diklaimnya untuk studi banding RUU Perjudian sudah melanggar garis kebijakan partai."Djoko Edhi melakukan kesalahan besar. Ia melawan garis perjuangan partai. PAN adalah partai yang berlandaskan agama, jelas menolak apapun bentuk perjudian. Lah ini malah akan menyiapkan RUU Perjudian. Jelas-jelas melanggar AD/ART dan platform partai," tandas Zulkifli.
(jon/)










































