Ditinggal Istri, Seorang Pria di Balikpapan Nekat Jadi Pengedar Sabu

Suriyatman - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 16:45 WIB
Pria pengedar sabu di Balikpapan
Foto: Seorang pria pengedar sabu di Balikpapan (Suriyatman/detikcom)
Balikpapan -

Seorang pria berinisial AA (47) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), ditangkap petugas karena kedapatan menjadi pengedar narkoba jenis sabu. AA nekat menjadi pengedar sabu lantaran ditinggal istri.

AA ditangkap polisi pada Minggu (31/5), di rumahnya Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. AA diketahui merupakan pegawai honorer di Kantor BPBD Balikpapan.

"Pelaku kita amankan di rumahnya, pelaku mengaku mendapatkan barang haram ini dari rekannya yang dulu juga bekerja di Kantor BPBD Kota Balikpapan," kata Kabid Penindakan BNNP Kaltim, Halamoan Tampubolon di kantornya, Jalan Rapak Indah, Balikpapan, Rabu (3/6/2020).



Dari tangan AA, petugas BNNK Balikpapan berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,72 gram. Saat ditangkap, AA mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi dia menyimpan sabu.

"Petugas menemukan 6 paket narkotika jenis sabu dalam plastik klip kecil seberat 3,72 gram/bruto, 1 buah alat hisap sabu, 1 buah korek gas warna biru, 1 unit HP dân 1 buah kotak putih di tempat ia menyimpan paket sabu," jelas Tampubolon.

Sabu yang dijual oleh AA senilai Rp 200.000 per paketnya. Dia sudah mengedarkan sabu selama dua bulan di wilayah Balikpapan.



AA mengaku terpaksa mengedarkan sabu sebagai penghasilan tambahan untuk merenovasi rumah dan melunasi biaya menebus BPKB kendaraan yang digadaikan. Selain itu, kepada petugas AA mengaku bersentuh dengan dunia narkoba karena ditinggal istri.

"Dia juga merupakan pengguna aktif sudah sejak 20 tahun terakhir, ia sempat berhenti, namun karena ditinggal istri kebiasaan mengkonsumsi narkoba kembali dia lakukan," kata Tampubolon.

AA dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Prekusor Narkotika dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun.

(rfs/rfs)