Polisi Dalami Motif Penyerangan Mapolsek Daha Selatan Lewat Barang Bukti

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:40 WIB
Polsek Daha Selatan
Mapolsek Daha Selatan (Muhammad Risanta/detikcom)
Jakarta -

Polisi belum menyimpulkan motif atau latar belakang penyerangan Mapolsek Daha Selatan oleh terduga teroris AR. Motif penyerangan itu tengah didalami lewat bukti yang dikumpulkan.

"Sampai dengan hari ini Tim Densus 88 masih terus bekerja dan melakukan penyelidikan terhadap penyerangan dengan memeriksa bukti yang telah didapat untuk mengungkap latar belakang dan motif pelaku," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Tribrata TV, Rabu (3/6/2020).

Di antara bukti yang disita polisi adalah tas pinggang milik pelaku. Di dalam tas tersebut ada sepucuk surat ancaman dan bendera kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Sebelumnya, Polri menyebut AR, terduga teroris yang menyerang Mapolsek Daha Selatan, adalah seorang lone wolf. Artinya, AR tak tergabung dengan jaringan teroris.

"Dia adalah lone wolf," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2020).

Argo menerangkan, AR mempelajari paham radikal seorang diri. Hal-hal mengenai radikalisme didapat AR dari internet.

"Dia bisa mempelajari, mendapat pengetahuan dari internet sehingga dia membaca sendiri, membayangkan sendiri, dan dia memprediksi sendiri," ucap Argo.

(abw/mae)