Gedung Putih Bantah Saddam Disiksa dalam Tahanan

Gedung Putih Bantah Saddam Disiksa dalam Tahanan

- detikNews
Kamis, 22 Des 2005 09:17 WIB
Jakarta - Gedung Putih membantah pengakuan mantan Presiden Irak Saddam Hussein bahwa ia mengalami penyiksaan saat dalam tahanan tentara Amerika Serikat. Gedung Putih menyebut tuduhan Saddam itu sebagai 'gila-gilaan' atau tidak masuk akal."Saya kira ini hal yang paling gila-gilaan yang kita dengar dari Saddam Hussein," kata juru bicara Gedung Putih Scott McClellan sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Kamis (22/12/2005).Menurut McClellan, Saddam, yang ditahan tentara AS sejak ditangkap dua tahun lalu, diperlakukan bertolak belakang dari cara rezim dia memenjarakan dan menyiksa orang karena sekedar menyampaikan pendapatnya. "Jadi saya menolak (pengakuan Saddam) itu."Pengakuan mengalami penyiksaan dalam tahanan tentara AS disampaikan Saddam dalam persidangan atas dirinya di Baghdad, Rabu (21/12/2005) waktu setempat. Saddam diadili dalam kasus pembunuhan 148 Muslim Syiah di Dujail pada tahun 1982.Pengakuan Saddam ini terlontar saat sedang mendengarkan keterangan tiga saksi dari jaksa penuntut umum. Ketiganya secara bergantian memberikan kesaksiaan terkait peristiwa pembantaian massal di Dujail.Selama beberapa jam mendengarkan keterangan para saksi dengan tenang, kemudian tiba-tiba Saddam melontarkan pengakuan ia pernah mengalami nasib. Ia dipukuli di semua bagian tubuhnya. "Bekasnya masih ada," kata Saddam tanpa berusaha menunjukkan bekas pukulan dimaksud."Saya akan mengatakan di sini, ya, kami telah dipukuli oleh tentara Amerika, dan kami telah mengalami penyiksaan," kata Saddam kepada kepada majelis hakim, kemudian memberi isyarah ke tujuh pembantunya yang juga sedang jadi terdakwa, "Satu demi satu."Sementara itu kepala jaksa penuntut umum dalam persidangan Saddam, Jaafar al-Mousawi, mengatakan jika yang berwewenang menemukan bukti Saddam dianiaya, ia bisa dipindahkan ke tahanan tentara Irak. (gtp/)


Berita Terkait