Perakit Bom Thamrin Dihukum 8 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:27 WIB
Tim Gegana Polri mengamankan benda mencurigakan di atap Pos Polisi Sainah, Jl MH Thamrin, Jakarta, KAmis (14/1/2016). Setelah dicek, benda terbungkus keresek hitam itu dinyatakan tidak berbahaya. (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi Peristiwa Bom Thamrin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Perakit Bom Thamrin, Ali Makhmudin, dihukum 8 tahun penjara. Bom yang mengguncang perempatan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 itu menewaskan 4 pelaku dan 4 korban serta menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka. Siapakah perakit bomnya?

Sebagaimana tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang dilansir di website-nya, Rabu (3/6/2020), perakitnya adalah Ali Makhmuddin alias Lulu alias Abduohman. Ali dibaiat oleh Ustaz Husni Amrulloh untuk bergabung dengan Daulah Islamiah Indonesia pada 2012.

Pada 2015, ia berbaiat kepada ISIS lewat sebuah pengajian di Jemaras, Cirebon.

Pada Desember 2015, Ali dihubungi oleh bomber Thamrin, Dian Juni Kurniawan (JK), dan memesan bom. Ali menyanggupi dengan meminta uang Rp 1 juta untuk membeli bahan bom, seperti pipa besi hingga peledak.

Bahan-bahan bom itu dibelinya di Tegal, Jawa Tengah. Kemudian ia merakit bom selama sepekan. Total bom yang dibikin sebanyak 10 buah. Setelah bom siap, Dian JK menyuruh Dodi Suridi untuk mengambilnya. Dodi mengaku ikut merakit dengan membuat case bom.

Setelah bom pindah tangan ke Dian JK, dilakukan pemantauan lokasi paling tepat untuk digelar 'konser'. Dipilihlah di perempatan Sarinah, Jakpus.

Duar!!! Bom meledak pada 14 Januari 2016. Dian JK tewas mengenaskan. Selain Dian, ada 4 pelaku lain, yaitu Ali, Sugito, Afif, dan Muhazan. Mereka semuanya tewas.

Tim Densus 88 kemudian mengejar asal-usul bom dan ditangkaplah komplotan itu. Salah satunya Ali Makhmudi. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Pada 25 Oktober 2016, PN Jakarta Barat menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Ali. Atas hal itu, jaksa tidak terima dan mengajukan banding. Namun putusan tidak berubah dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Jaksa kemudian mengajukan kasasi dengan tuntutan 10 tahun penjara. Apa kata MA?

"Tolak kasasi," ujar majelis kasasi yang diketuai Andi Samsan Nganro dengan anggota Eddy Army dan Margono.

Untuk diketahui, dalang dalam peristiwa bom Thamrin, yakni Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman telah divonis hukuman mati. Saat ini Aman masih mengajukan Peninjauan Kembali (PK) sehingga pihak kejaksaan belum bisa mengeksekusi teroris yang menggerakkan aksi teror Bom Thamrin dari balik jeruji penjara tersebut.

Aman Abdurrahman juga terbukti menggerakkan teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016; bom Thamrin pada Januari 2016; bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017; penusukan polisi di Sumut pada 25 Juni 2017 serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.

(asp/elz)