Dibanding New Normal, Bamsoet Lebih Suka Sebut Gaya Hidup Baru

Abu Ubaidillah - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:05 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan dibanding menggunakan istilah new normal setelah pandemi COVID-19, ia lebih suka menyebutnya sebagai gaya hidup baru. Menurutnya, masyarakat pun harus segera menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Perubahan yang dimaksud meliputi perubahan pola sosial masyarakat dan geopolitik yang mengarah kepada kecenderungan individualistik, menghindari keramaian, lebih peduli dengan kesehatan, robotik, serta digitalisasi. Pemerintah pusat dan daerah di semua tingkatan harus satu suara dalam sikap dan tindakan.

"Karena, bicara tentang wabah atau pandemi, bukan hanya soal perkara angka. Tapi soal bertindak bersama," ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).

Hal itu disampaikannya ketika mengisi diskusi 'Aplikasi Pancasila di Tengah COVID-19' yang diselenggarakan secara virtual oleh Vox Point Indonesia, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Bamsoet menambahkan, Indonesia harus segera menetapkan arah yang jelas dan terukur. Mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan masyarakat dalam menghadapi situasi ini. Di sisi lain, Ia juga tak meragukan nilai-nilai Pancasila yang masih relevan serta kuat terpatri dalam jiwa bangsa Indonesia.

Bamsoet menyebut bahwa Ia sudah menyaksikan sendiri bagaimana tangguhnya bangsa ini melawan pandemi, dengan semangat ideologi Pancasila, Indonesia terbukti masih tetap berdiri tegak berjuang melawan pandemi. Ia pun menyebut bahwa hatinya terenyuh ketika anak-anak SD menyisihkan tabungannya untuk membantu masyarakat.

"Terharu ketika masyarakat menggantungkan makanan di pagar-pagar rumah untuk membantu mereka yang kekurangan. Tergetar hati saya ketika masyarakat dan para tenaga kesehatan saling memberikan semangat untuk berjuang. Dan, terkejut ketika para aparat TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan para sukarelawan bahu membahu menenangkan masyarakat serta menyampaikan bantuan sosial utamanya di pelosok dan pedalaman," sambung Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini juga mengajak seluruh pihak terus membangun semangat optimisme untuk bersama-sama menghadapi pandemi serta tetap menggerakkan solidaritas dan kegotongroyongan untuk membantu setiap anak bangsa yang terdampak.

"Disamping itu, dalam mempersiapkan implementasi gaya hidup baru, kita harus mampu membangun kerangka berfikir dan bertindak kita secara cermat. Pemerintah sebaiknya benar-benar telah memperhitungkan masa pemberlakuan tatanan atau gaya hidup baru ini dan masyarakat harus benar-benar memahami kondisi-kondisi yang ada," urai Bamsoet.

Ia menambahkan, gotong-royong masyarakat sesuai bidang dan kemampuan masing-masing yang dilakukan di Indonesia, tidak akan bisa ditemui di banyak negara. Mulai dari YouTuber, selebgram, artis sinetron, penyanyi, pejabat negara, dan berbagai kalangan lainnya terjun langsung membantu saudara yang terdampak pandemi COVID-19. Sebagai contohnya adalah platform kitabisa.com yang sudah mengumpulkan donasi mencapai Rp 30 miliar.

"Berbagai selebgram maupun artis juga banyak memanfaatkan platform kitabisa.com sebagai wadah penggalangan donasi. Antara lain #KonserMusikDiRumahAja yang diinisiasi Narasi Tv melibatkan berbagai musisi antara lain Andien, Andmesh, Ari Lasso, Armand Maulana, dan Judika, memperoleh donasi mencapai Rp 13 miliar. Selebgram Rachel Venya yang aktif di Instagram dan Youtube, menghimpun donasi mencapai Rp 9 miliar. Artis Cathy Sharon dan musisi Maia Estianty masing-masing mengukir donasi mencapai Rp 1,8 miliar dan Rp 2 miliar," jelasnya.

Dengan spirit yang sama, Bamsoet juga mengajak masyarakat saling berbagi melalui Konser Amal Virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' yang diselenggarakan pada Minggu, 17 Mei 2020. Dalam acara tersebut donasi yang terkumpul mencapai Rp 4.243.310.050 melalui kitabisa.com dan Rp 745.078.584 melalui benihbaik.com.

"Berbagai aksi galang dana tersebut merupakan contoh kecil yang memperlihatkan ketika musibah datang, tanpa perlu menunggu waktu lama, bangsa Indonesia sigap bergotong royong. Inilah wujud Pancasila dalam tindakan nyata, bukan sebatas jargon maupun slogan kosong belaka," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam acara yang diselenggarakan secara virtual ini turut hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera, Anggota Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia Yudi Latif dan Dewan Pakar Vox Point Indonesia Sonny Y. Soeharso.

(akn/ega)