AS Rusuh, Ini yang Dilakukan KBRI Washington Pastikan Keamanan WNI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 10:16 WIB
Denver Police Department officers stand over a man who fell to the street after they used tear gas and rubber bullets to disperse a protest outside the State Capitol over the death of George Floyd, a handcuffed black man who died in police custody in Minneapolis, late Thursday, May 28, 2020, in Denver. (AP Photo/David Zalubowski)
Ilustrasi kerusuhan di AS (Foto: AP/David Zalubowski)
Jakarta -

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC berkomunikasi intensif secara online dengan WNI yang berada di Amerika Serikat. Langkah tersebut adalah salah satu upaya memastikan keamanan WNI di tengah merebaknya unjuk rasa di AS.

Pertemuan secara online itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, ketua organisasi masyarakat hingga mahasiswa Indonesia yang berada di AS. Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Dubes RI untuk AS, Iwan Freddy, menyebut pihaknya membangun jejaring informasi secara aktif dengan seluruh WNI untuk mengetahui kondisi mereka saat ini.

"Terlebih lagi, jumlah WNI yang bermukim di AS sangat besar, yakni lebih dari 142 ribu orang. Mereka juga tersebar di berbagai wilayah dan kota di AS, termasuk di kota-kota kecil. Kita perlu menjangkau mereka secara lebih luas," ujar Iwan Freddy saat menyapa mereka dalam pertemuan secara daring tersebut, seperti dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (3/6/2020).

Komunikasi via online KBRI Washington dengan WNI di AS Komunikasi via online KBRI Washington dengan WNI di AS (dok. KBRI Washington)

Iwan mengatakan AS memiliki wilayah yang sangat luas. Sehingga perlu ada kemitraan dan komunikasi dengan para tokoh masyarakat dan ketua ormas.

"Wilayah geografis AS sangat luas. Kemitraan dan sinergi dengan para tokoh masyarakat, pemuka agama dan ketua ormas, yang umumnya memiliki group-group WA sebagai sarana komunikasi rutin antar anggota mereka terbukti sangat membantu mengetahui setiap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat", jelasnya.

Tonton video 'Aksi Solidaritas Kematian George Floyd di Belanda':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2