Round-Up

Ruslan Buton Melawan Lewat Praperadilan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 07:10 WIB
Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi
Foto: Ruslan Buton saat dijemput polisi (dok.istimewa)
Jakarta -

Pecatan TNI Ruslan Buton mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dirinya dalam kasus surat terbuka minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur. Penetapan tersangka Ruslan Buton dinilai tidak sah.

"Sudah kita ajukan tadi praperadilan ke PN Jakarta Selatan dengan Nomor 62, tadi diajukan. Praperadilan terhadap penetapan tersangka," kata Tonin Tachta Singarimbun selaku salah satu kuasa hukum Ruslan Buton dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Tonin menjelaskan penetapan tersangka Ruslan sangat prematur. Sebab, Ruslan sendiri baru dilaporkan pada 22 Mei 2020 dan pada 26 Mei sudah jadi tersangka.

"Jadi tidak sahnya begini, dia dilaporkan tanggal 22 Mei, tanggal 26 sudah jadi tersangka. Tanggal 22 (Mei), tanggal 23 Hari Sabtu, 24 (Minggu) Lebaran pertama, 25 (Mei) Lebaran kedua, 26 (Mei) tersangka, tercepat jadinya," katanya.

Dua hari setelah penetapan tersangka, tepatnya pada 28 Mei, Ruslan kemudian ditangkap. Menurutnya, seharusnya polisi memeriksa Ruslan terlebih dahulu sebelum menetapkannya sebagai tersangka.

"Ini kan orang jadi tersangka mestinya di-BAP dulu, baru boleh, apalagi ini laporan bukan operasi polisi. Kalau operasi polisi lain. Kalau ini kan berdasarkan laporan, orang dia merasa mungkin merasa terhasut dengan perkataan Ruslan kan," tuturnya.

Tonton juga 'Penangkapan Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur':

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2