KJRI Houston Imbau WNI-Mahasiswa Indonesia Tenang-Tak Ikut Demo Kasus Floyd

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 01:55 WIB
George Floyd: Mengapa demonstrasi damai memprotes kematian George Floyd bisa berubah menjadi kerusuhan
Ilustrasi demo terkait kasus kematian George Floyd (Foto: BBC World)
Jakarta -

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Houston mengimbau warga negara Indonesia (WNI), termasuk mahasiswa, di wilayah kerjanya untuk tak ikut dalam aksi unjuk rasa memprotes kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di Amerika Serikat (AS). Warga diimbau tetap tenang.

"KJRI Houston mengimbau kepada masyarakat dan mahasiswa Indonesia agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa. Tetap bersikap tenang dan meningkatkan kewaspadaan," demikian keterangan KJRI Houston yang diterima detikcom, Selasa (2/6/2020).

Pihak KJRI Houston juga meminta WNI terus memantau perkembangan terkait aksi itu di media massa. WNI juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah dan menjauhi lokasi unjuk rasa.

"Menghindari lokasi unjuk rasa dan kerumunan massa. Membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Mematuhi aparat keamanan dan pemerintah setempat," ujarnya.

Selain KJRI Houston, sebelumnya KJRI Chicago juga telah mengimbau WNI di wilayah kerjanya untuk tak ikut-ikutan aksi unjuk rasa terkait kasus kematian Floyd. KJRI Chicago terus berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan keamanan mereka.

"Menyampaikan imbauan-imbauan agar warga tetap tenang namun waspada serta tidak ikut dalam aksi-aksi demonstrasi tersebut," ujar Konsul Jenderal RI di Chicago, Meri Binsar Simorangkir, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).

Seperti diketahui, demo besar-besaran meluas di sejumlah wilayah di Amerika Serikat imbas kematian George Floyd. Jam malam pun diberlakukan di beberapa wilayah, antara lain Chicago (Illinois), Des Moines (Iowa), Indianapolis (Indiana), Detroit (Michigan), Minneapolis dan St. Paul (Minnesota), Cincinnati dan Cleveland (Ohio), dan Madison (Winconsin).

(azr/azr)