Diduga Cabuli Anak Sendiri, Ayah di NTB Diamuk Massa

Faruk Nickyrawi - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 23:37 WIB
Suasana rumah pelaku yang diamuk massa
Suasana rumah pelaku yang diamuk massa (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Nasarudin (43), warga Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur bersimbah darah. Dia diamuk massa karena diduga mencabuli anak kandung sendiri yang berusia 16 tahun.

Aksi bejat pelaku diketahui setelah korban bercerita kepada pamannya pada Selasa (2/6/2020). Merasa geram, paman korban pun kemudian memanggil warga lain untuk mencari keberadaan pelaku yang kebetulan saat itu berada di rumahnya di Dusun Mumbu, Desa Mumbu.

"Sekitar pukul 19.45 Wita massa mendatangi rumah pelaku dan menghakimi pelaku, namun aksi tersebut dapat dihentikan oleh Kepala Desa Mumbu," ungkap pejabat Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah, kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Hujaifah mengatakan, berdasarkan keterangan dari korban kepada pamannya, pelaku telah menyetubuhi korban sejak 2016 sebanyak dua kali. Aksi bejat itu dilakukan pelaku ketika merantau ke Kalimantan bersama istrinya.

Tindakan tak terpuji itu kembali dilakukan pelaku setelah mereka pulang dari rantauan dan dilakukan di rumah mereka.

"Tahun 2017 korban bersama kedua orang tuanya pulang ke kampung halaman bertempat di Dusun Mumbu, Desa Mumbu. Kemudian pada tanggal 31 Mei 2020 sekitar pukul 24.00 Wita, pelaku kembali melakukan perbuatannya terhadap korban, tapi hanya meraba atau meremas bagian dada saja," jelas Hujaifah.

Pelaku yang dalam keadaan babak belur akhirnya bisa dievakuasi anggota Kepolisian Sektor Woja. Polisi pun sempat kesulitan mengevakuasi pelaku karena kemarahan massa yang tak terbendung.

"Pada saat dilakukan evakuasi terhadap terduga pelaku mendapat perlawanan dari massa dengan melempar batu. Massa sudah mengelilingi rumah pelaku yang saat itu sedang diamuk massa dan bersimbah darah, anggota timsus Polsek Woja dengan gerak cepat berhasil mengevakuasi terduga pelaku dari amukan massa kemudian dibawa ke Mapolres Dompu," ujar Hujaifah.

(eva/eva)