Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha, Ini Dalilnya

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 16:26 WIB
Ornamental Arabic lanterns with burning candles. Glittering golden bokeh lights. Plate with date fruit on the table. Greeting card for Muslim holiday Ramadan Kareem, iftar dinner background.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tabitazn/Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha, Ini Dalilnya
Jakarta -

Salah satu hari raya umat islam adalah Idul Adha. Sebelum merayakan hari istimewa itu seseorang disunnahkan untuk menjalankan puasa.

Dalam hari raya Idul Adha, umat Islam akan melaksanakan kurban dan menyembelih hewan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Quran surat Al Kausar ayat 2

Arab: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Latin: fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

Artinya: Maka laksanakan lah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

Berikut dalil puasa sebelum Idul Adha:

1. Puasa

Dikutip dari buku 'Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah' karya Sutomo Abu Nashr, Lc puasa sebelum Idul Adha dilakukan sembilan hari sebelum hari raya Idul Adha.

Dalam kitab An Nawawi, Al Majmu, Imam An Nawawi mengatakan "dan di antara puasa sunnah juga adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah."

Bahkan, dalam syarah sahih muslim puasa sebelum Idul Adha sangat disunnahkan. "Bahkan sangat disunnahkan untuk berpuasa di hari-hari ini. Karena termasuk amalan yang paling utama."

Pendapat itu dikeluarkan oleh Imam AN Nawawi berdasarkan hadist riwayat Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa'i, diriwayatkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW,

"Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata, 'Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya."

Walaupun begitu, ada hadist riwayat Muslim dari Aisyah RA, "Saya tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah SAW berpusa di sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)"

Melihat hal itu, Imam An Nawawi melakukan kompromi (Al Jam'u) sebagai berikut, "Para ulama menjelaskan bahwa hadist itu harus dipahami bahwa ibunda Aisyah tidak melihatnya. Akan tetapi dalam waktu yang sama bukan juga berarti Rasulullah meninggalkannya. Karena Rasulullah berada bersama Aisyah dalam satu hari saja dari sembilan hari. Pada hari-hari yang lain, beliau bersama ibunda-ibunda yang lain."

"Atau bisa saja Rasulullah SAW berpuasa beberapa hari dalam beberapa kesempatan dan berpuasa semua sembilan hari pada kesempatan lain. Pada kesempatan yang lain lagi beliau meninggalkan puasa itu karena ada safar, sakit, atau yang lainnya. Dengan demikian, hadist-hadist itu semua bisa dikompromikan." (An Nawawi, Al Majmu')

Semoga kita bisa mengamalkan puasa sebelum Idul Adha ya!

(pay/erd)