Saddam Ngaku Disiksa Tentara AS

Saddam Ngaku Disiksa Tentara AS

- detikNews
Kamis, 22 Des 2005 07:34 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan tentara Amerika Serikat terhadap tahanan di Irak agaknya benar-benar meluas dan tidak pandang bulu. Mantan Presiden Saddam Hussein pun mengaku dipukuli dan disiksa oleh tentara AS selama berada di tahanan.Pengakuan ini disampaikan Saddam persidangan atas dirinya di Baghdad, Rabu (21/12/2005) waktu setempat. Ini adalah persidangan lanjutan setelah Saddam memboikot sidang selama dua minggu, kasus yang didakwakan adalah pembunuhan148 Muslim Syiah di Dujail pada tahun 1982.Dilaporkan kantor berita Associated Press, Kamis (22/12/2005), pengakuan Saddam ini terlontar saat sedang mendengarkan keterangan tiga saksi dari jaksa penuntut umum. Ketiganya secara bergantian memberikan kesaksiaan terkait peristiwa pembantaian massal di Dujail.Saksi yang pertama dimintai keterangan adalah Ali Hassan Mohammed al-Haidari, yang saat insiden Dujail terjadi baru berusia 14 tahun. Dalam kesaksiannya Al-Haidari menyatakan rezim Saddam Hussein telah mengeksekusi tujuh orang saudaranya.Diterangkan al-Haidari, ia dan penduduk Dujail lainnya diambil dari Baghdad dan dimasukkan ke sel penjara. Di sana mereka dipukuli dan disiksa, termasuk disetrum dengan listtik. Petugas keamanan akan meneteskan selang plastik cair pada tahanan, hanya untuk menariknya setelah dingin, melepaskan kulit dengannya."Saya tidak bisa mengungkap seluruh penderitaan dan rasa sakit yang kami hadapi selama 70 hari berada di dalam penjara," katanya.Dua orang saksi, yang memberikan kesaksian dari balik tirai, menguatkan kesaksian al-Haidari. Salah satu dari saksi, disebut sebagai saksi nomor dua, menyatakan, "Petugas keamanan menjepit jari kaki saya dan bidang pribadi, dan menyiksa saya dengan listrik sampai busa keluar dari mulut saya."Saat itulah, setelah beberapa jam mendengarkan keterangan para saksi dengan tenang, tiba-tiba Saddam melontarkan pengakuan ia pernah mengalami nasib. Ia dipukuli di semua bagian tubuhnya. "Bekasnya masih ada," kata Saddam tanpa berusaha menunjukkan bekas pukulan dimaksud."Saya akan mengatakan di sini, ya, kami telah dipukuli oleh tentara Amerika, dan kami telah mengalami penyiksaan," kata Saddam kepada kepada majelis hakim, kemudian memberi isyarah ke tujuh pembantunya yang juga sedang jadi terdakwa, "Satu demi satu."Jadi, AS sama kejamnya dengan Saddam? (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads