Ada Pemeriksaan COVID-19, Pedagang Tertahan di Perbatasan Enrekang-Toraja

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 15:07 WIB
Pedagang tertahan di perbatasan Enrekang-Tana Toraja (dok. Istimewa).
Foto: Pedagang tertahan di perbatasan Enrekang-Tana Toraja (dok. Istimewa).
Tana Toraja -

Ratusan pedagang yang hendak masuk ke wilayah Toraja untuk berdagang tertahan di perbatasan Kabupaten Enrekang-Toraja. Pasalnya ada pemeriksaan protokol virus Corona (COVID-19) di wilayah tersebut.

"Para pedagang diminta menunjukkan surat keterangan sehat hasil pemeriksaan rapid test," ujar Kapolsek Mangkendek, Tana Toraja Iptu Yohanis Mundu saat dihubungi detikcom, Selasa (2/6/2020).

Yohanis menyebut ada sekitar 300 pedagang yang tertahan di wilayah tersebut. Para pedagang diketahui berasal dari Kecamatan Alla', Enrekang dan hendak berjualan ke Kecamatan Mangkendek, Tana Toraja. Namun pemerintah Toraja menahan para pedagang dengan maksud meminta surat keterangan sehat.

Pedagang tertahan di perbatasan Enrekang-Tana Toraja (dok. Istimewa).Pedagang tertahan di perbatasan Enrekang-Tana Toraja (dok. Istimewa).

Akibat adanya pemeriksaan COVID-19, para pedagang sempat tertahan dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita yang menyebabkan kemacetan cukup panjang. Para pedagang tertahan akibat tidak bisa menunjukkan surat hasil pemeriksaan rapid test.

"Mereka sebenarnya mau lengkapi kelengkapan itu, tapi alatnya tidak ada jadi mereka bilang 'gimana'," ujar Yohanis.

"Jadi datang tadi Wakil Bupati sama Kapolres. Wakil Bupati sampaikan bahwa yang mau melintas di Toraja cukup pakai masker, tapi yang mau tinggal atau menetap, mereka harus dilengkapi surat hasil pemeriksaan rapid test," lanjutnya.

Dengan kebijakan tersebut, para pedagang yang tertahan di area perbatasan dua kabupaten tersebut akhirnya terurai. Sebagian besar mereka diperbolehkan melintas.

Diketahui, para pedagang yang sempat tertahan tersebut berasal dari Kabupaten Enrekang, hendak masuk ke Kabupaten Toraja untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Palopo atau Toraja Utara.

"Mereka tadi itu ada pedagang sayur, ada pedagang kayu yang mau ke Palopo, dan ada yang mau ke Toraja Utara," katanya.

(nvl/nvl)