Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Kapan Sebaiknya Dilaksanakan

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 12:20 WIB
Pengalaman Puasa Mualaf
Foto: Istimewa/Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Kapan Sebaiknya Dilaksanakan
Jakarta -

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban umat Islam. Namun bagi yang berhalangan dan ada uzur syar'i bisa membatalkan puasa Ramadhan dan wajib mengganti atau mengqadha puasa hari di lain hari. Kapan sebaiknya puasa qadha dilaksanakan?

Tentang kelonggaran untuk membatalkan puasa Ramadhan disebutkan dalam Firman Allah SWT di Al Quran surat Al Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ


Yang artinya: Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Berikut Niat Puasa Qadha Ramadhan:

1. Pengertian Puasa Qadha Ramadhan

Dikutip dari 'Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah' karya Nur Solikhin, puasa qadha adalah puasa yang tujuannya untuk mengganti puasa fardhu atau wajib yang ditinggalkan.

Kata qadha berasal dari kata masdar yang artinya memenuhi atau melaksanakan. Sedangkan, dalam ilmu fiqh, qadha artinya pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam.

2. Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat puasa qadha Ramadhan dan lafal niat puasa Ramadhan pada dasarnya tidak tertulis secara redaksional dalam ilmu fiqh. Namun umumnya niat yang biasa digunakan, sebagai berikut:

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaai fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa

Artinya: Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala.

3. Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan

Pelaksanaan dilakukan layaknya menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hanya saja, jika puasa yang ditinggalkan berurutan maka membayarnya harus dilakukan secara berurutan.

Namun, dalam sebuah hadist disebutkan puasa qadha boleh dilakukan secara terpisah. Berdasarkan hadist riwayat Daruquthni dan Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda,

"Qadha puasa Ramadhan itu jika ia berkehendak maka boleh melakukan secara terpisah. Dan, jika ia berkehendak maka ia boleh juga melakukan secara berurutan."

Dijelaskan dalam buku, pendapat di atas memperbolehkan umat Islam memilih salah satunya, yakni puasa qadha secara berurutan atau tidak berurutan.

4. Hari Pelaksanannya Puasa Qadha Ramadhan

Hari yang diperbolehkan untuk mengganti puasa Ramadhan adalah setiap hari,sepanjang bulan Syawwal hingga bulan Syaban, kecuali di bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik.

Adapun, niat puasa qadha Ramadhan harus segera dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan berikutnya. Sedangkan, haram hukumnya menjalakan puasa sunnah apabila puasa wajib yang ditinggalkan belum dikerjakan.

(pay/erd)