Pimpinan DPR Usul Anak Kembali Belajar dengan Guru, Namun Tetap Jarak Jauh

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 11:32 WIB
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendukung wacana penerapan tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, dia meminta agar protokol khusus sektor pendidikan lebih diperhatikan lagi.

"Penerapan new normal, khusus sektor pendidikan, masih harus didetilkan karena menyangkut berbagai aspek, salah satunya ya aspek keamanan anak-anak. Saya mendapatkan banyak pertanyaan dan keluhan terkait hal ini," ungkap Dasco kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Dasco menyadari, sulit bagi sekolah menggaransi anak-anak terbebas dari penularan Corona di sekolah. Hal tersebut akan menjadi masalah apabila ada satu murid yang terinfeksi virus tersebut. Pada akhirnya sekolah akan diliburkan kembali dan bahkan berpotensi mendapat tuntutan hukum dari orang tua murid.

Untuk itu, Waketum Gerindra tersebut meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama. Dasco meminta agar kedua kementerian ini membuat jaringan khusus untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) dilakukan seperti berada di sekolah, namun secara virtual sehingga anak-anak tetap aman di rumah.

"Wabah COVID-19 masih berlangsung, obatnya belum ditemukan sampai saat ini. Saya ingin Kementerian pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo membuat jaringan khusus pendidikan. Interaksi sekolah tetap berlangsung seperti biasa tapi jarak jauh," tuturnya.

"Buat aplikasi khusus sekolah dan buat jalur koneksi internet tersendiri yang stabil. Setiap murid diberi ID khusus untuk bisa akses ke aplikasi. ID itu akan masuk pada jalur internet khusus sehingga bisa digunakan secara gratis, tidak membebankan orang tua murid. Karena tidak semua orang tua murid mampu membeli kuota," sambung Dasco.

Menurut pimpinan DPR bidang ekonomi dan keuangan ini, KBM seperti saat berada di sekolah diperlukan agar anak tidak kehilangan sentuhan pendidikan. Jadi, kata Dasco, anak-anak belajar seperti biasa yang ada jadwal pelajarannya dengan guru bergantian mengajar sesuai mata pelajaran masing-masing.

"Sekarang memang sudah dilakukan, tapi sangat terbatas waktunya karena mengingat tidak semua orang tua murid mampu membeli kuota yang mahal, kekuatan jaringannya pun berbeda-beda," tambahnya.

Dasco mengusulkan agar Kemendikbud tidak mengubah pola belajar. Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah hanya memindahkan lokasi belajar anak saja untuk menghindari penyebaran virus Corona.

"Maka untuk itu sangat diperlukan kerja sama antarkementerian untuk bisa menyajikan proses belajar-mengajar seperti biasa. Jangan biarkan pendidikan anak bangsa terbengkalai, tapi jangan juga membiarkan anak-anak ada dalam ancaman virus yang berbahaya ini," sebut Dasco.

"Saya harap dalam waktu dekat, hal ini bisa terlaksana, atau bisa ada solusi lain yang lebih baik. Ini keresahan masyarakat akan pendidikan anak-anak mereka ketika memasuki new normal dan ini jangan dibiarkan berlarut-larut," imbuh dia.

Seperti diketahui, pemerintah belum bisa memastikan kapan KBM di akan kembali diterapkan. Pemerintah masih membahas hal-hal yang terkait dengan kegiatan tersebut. Selain itu, kesiapan daerah menggelar KBM di sekolah juga penting dipikirkan.

"Pedomannya masih dibuat bersama Kemendikbud. Ini juga masih dibahas kesiapan daerah untuk menerapkannya," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, saat dihubungi, Kamis (28/5).

Simak video 'Ikatan Dokter Anak Sarankan Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020:

(elz/dnu)