Jokowi Pastikan Pembukaan Tempat Ibadah-Aktivitas Ekonomi Didasari Data Keilmuan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 10:07 WIB
Presiden Jokowi dalam peringatan hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).
Presiden Jokowi (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembukaan tempat ibadah hingga aktivitas ekonomi dilakukan melalui tahapan yang ketat. Dia memastikan pembukaan itu menggunakan data-data keilmuan.

"Kita tahu penyebaran COVID sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi di wilayah bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan baik itu pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan aktivitas ekonomi, pembukaan sekolah, semua melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 maupun Rt-nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat," ujar Jokowi seusai meninjau Masjid Istiqlal, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/6/2020).

Jokowi pun meminta protokol kesehatan yang ketat untuk terus diterapkan, sehingga tatanan normal baru akan dapat diterapkan ke semua sektor dan wilayah.

"Sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi, sesuai dengan angka-angka yang disampaikan," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi meninjau progres renovasi Masjid Istiqlal. Jokowi mengatakan Masjid Istiqlal rencananya akan dibuka pada Juli 2020 setelah direnovasi. Namun keputusan tetap di tangan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.

"Apakah setelah selesai akan dibuka? Belum kita putuskan. Tadi saya mendapat informasi dari Prof Nasaruddin, Bapak Imam Besar bahwa direncanakan Masjid Istiqlal akan dibuka pada bulan Juli, tetapi keputusan ada di Bapak Imam Besar," kata Jokowi.

(isa/mae)