Round-Up

Pesan Jokowi Agar Indonesia Jadi Bangsa Pemenang Hadapi Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 06:40 WIB
Presiden Jokowi dalam peringatan hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).
Foto: Presiden Joko Widodo (Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual dengan dihadiri jajaran kabinet hingga para pemimpin lembaga negara. Jokowi menilai peringatan yang digelar secara berbeda tahun ini karena adanya pandemi virus Corona itu menguji daya juang bangsa Indonesia.

"Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini kita laksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa," ujar Jokowi mengawali amanatnya seperti disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/6/2020).

Dalam pidato, Jokowi menyampaikan berbagai pesan bagi seluruh elemen bangsa Indonesia agar menjadi bangsa pemenang dalam menghadapi pandemi Corona saat ini. Jokowi meminta masyarakat agar meningkatkan rasa kepedulian hingga harus selalu optimis dalam mengatasi setiap tantangan yang akan dihadapi.

"Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," ucap Jokowi.

Jokowi memperkirakan kondisi sulit ini akan berlangsung panjang. Untuk itu dia meminta semua masyarakat untuk bersiap menghadapinya.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, tahun ini atau bahkan tahun depan situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan saat wabah Corona melanda dunia membuat tantangan yang akan dihadapi tidaklah mudah. Namun, kata dia, Indonesia tidak sendirian, ada sebanyak 215 negara di dunia sedang berlomba untuk jadi pemenang dalam mengendalikan wabah virus Corona dan memulihkan perekonomian negara.

"Kita tidak sendirian, 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita. Semua dalam kesulitan tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba-lomba untuk jadi pemenang. Menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," katanya.

Dia mengatakan sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus tampil sebagai pemenang. Jokowi mengajak masyarakat optimis mampu menciptakan peluang dan menjawab semua tantangan itu dengan inovasi dan karya nyata.

"Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi COVID ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita. Mari kita menangkan masa depan kita. Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Sebagai saudara sebangsa dan setanah air mari kita terus memperkokoh persatuan, mari kita peduli dan berbagi untuk sesama," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan kekurangan dan kelemahan tak boleh menghalangi bangsa Indonesia untuk terus maju. Dia menyebut kekurangan dan kelemahan harus diperbaiki secara bersama-sama agar bisa menjadi bangsa yang kuat dan mandiri.

"Kekurangan dan kelemahan tidak menghalangi kita untuk terus maju, kekurangan dan kelemahan harus sama-sama kita perbaiki harus kita jadikan momentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan agar kita menjadi bangsa yang kuat dan mandiri yang berdiri di atas kaki sendiri," pungkasnya.

(fas/rfs)