Wagub Sumbar Kunjungi Kepulauan Mentawai Pantau Kesiapan New Normal

Sulthan Jeka Kampai - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 23:31 WIB
Wagub Sumbar cek kesiapan new normal Kepulauan Mentawai
Foto: Wagub Sumbar cek kesiapan new normal Kepulauan Mentawai (Jeka Kampai/detikcom)
Mentawai -

Kepulauan Mentawai masih melanjutkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga, sesuai dengan kebijakan yang diambil Pemprov Sumatera Barat. PSBB akan berlangsung hingga 7 Juni mendatang dan setelah itu memasuki fase new normal.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengunjungi Kepulauan Mentawai pada Senin (1/6/2020), hingga beberapa hari kedepan. Sebagai daerah kepulauan, masyarakat Mentawai membutuhkan pemahaman dan penanganan tersendiri.

"Saya akan berkeliling dari satu pulau ke pulau lainnya guna memastikan kondisi masyarakat Mentawai," kata Nasrul Abit sebelum bertolak dengan menggunakan kapal laut.

Nasrul berkunjung bersama tim dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Sumbar. Sebelum jadwal keberangkatan, ia dan rombongan harus menjalani rapid testterlebih dahulu.

"Rapid test bebas COVID adalah syarat utama yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai kalau ingin besanna, siapapun orangnya. Itu harus kita hargai, karena dengan begitu masyarakat terlindungi," kata Wagub.

Selama di Mentawai, Nasrul dan rombongan memantau penanganan dan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 sebagai persiapan untuk menuju tatanan kenormalan baru atau new normal.

Ia menyebut berdasarkan data yang diperoleh Satgas COVID-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah pasien positif terpapar virus Corona masih tersebar di tiga pulau yang ada di Mentawai, yakni Pulau Siberut, Sipora dan Pulau Sikakap.

"Kami terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan penularan dan penyebaran virus corona ini. Jangan sampai nanti terjadi lonjakan kasus," ucapnya.

Menurutnya, dalam penanganan Covid-19 harus ada keseragaman sesuai prosedur protokol serta kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Dalam penanganan COVID-19, kita harus bergerak cepat dan dilakukan bersama, provinsi, kabupaten dan kota bergerak bersama untuk mengoptimalkan upaya memutus rantai penyebaran virus corona," imbuhnya.

(rfs/rfs)