Bidan Desa di Mamuju Dianiaya Gegara Dituduh Pelakor

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 19:10 WIB
selingkuh, perslingkuhan, binor, pelakor
Foto: ilustrasi (Andhika-detik)
Mamuju -

Seorang bidan desa berinisial M dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. M dianiaya seorang wanita yang menuduhnya sebagai perebut lelaki orang atau pelakor.

Insiden dialami M saat menjalankan tugas di Pos Kesehatan Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sabtu (29/5). Detik-detik penganiayaan yang dialami M terekam kamera warga dan videonya kini viral.

Dalam video tersebut terlihat, M yang sedang duduk di dalam ruangan, tiba-tiba didatangi seorang wanita yang menuduhnya pelakor. Pelaku menjambak rambut M sambil berteriak histeris.



"Kenapa masih berhubungan dengan suamiku?" tanya si perempuan kepada M.

Belum juga M sempat memberikan jawaban, wanita itu langsung menganiaya M secara bertubi-tubi.



Kepala UPTD Puskesmas Kalukku Subhan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, sebelum kejadian pelaku sempat mendatanginya, dan menjelaskan salah satu bidan di wilayah tugasnya telah melakukan perselingkuhan dan berusaha merusak rumah tangganya.

Subhan mengaku tidak menduga pelaku nekat melakukan penganiayaan, lantaran dirinya telah menyampaikan akan melakukan klarifikasi dan memberikan peringatan kepada bawahannya jika terbukti bersalah.



"Pada hari Sabtu, ada 3 orang datang perempuan di puskesmas menemui saya, mengatakan ada urusan pribadi, setelah memperkenalkan diri, dia menyampaikan ada petugas saya seorang bidan berinisial M mengganggu suami orang," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/06/20).

"Saya sempat meminta untuk diberi waktu selama 2 hari untuk memanggil yang bersangkutan untuk diberikan peringatan, bimbingan, arahan agar tidak lagi mengganggu suami orang," sambung Subhan.

Diakui Subhan, tindak penganiayaan ini merusak citra institusi Dinas Kesehatan, apalagi dilakukan saat korban sedang menjalankan tugas.

"Saya langsung ke Polsek untuk melaporkan peristiwa ini, sangat merusak citra institusi kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, apalagi yang memvideo ini adalah seorang bidan juga," pungkasnya.

(dkp/dkp)