IRT Penghina Polisi di Pangkalpinang Ditetapkan sebagai Tersangka

Deni Wahyono - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:37 WIB
IRT di Pangkalpinang ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian karena menghina institusi Polri di media sosial.
Polisi menangkap seorang IRT penghina polisi. (Deni Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Pangkalpinang, Bangka Belitung, ditangkap karena menebar ujaran kebencian di media sosial. IRT tersebut diketahui mengunggah video menghina institusi Polri di media sosial miliknya.

"Pelaku kita amankan di Jl Teluk Bayur, Kelurahan Pasir putih, Pangkalpinang, di rumah kerabatnya, yakni terkait posting-an di media sosial yang berisi penghinaan terhadap polisi," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra di Mapolres, Senin (1/6/2020).

IRT itu bernama Ferza Arika alias Chikasiarika (44). Posting-an video di akun Instagram miliknya, @chikasiarika itu berisikan ujaran kekesalan pelaku terhadap petugas kepolisian yang menertibkan parkir dan juru parkir di Pasar Pagi Pangkalpinang, Pulau Bangka beberapa waktu lalu.

"Dihadapkan penyidik, pelaku mengaku kesal dan tidak terima lantaran suaminya, Feri Otong yang sebagai koordinator juru parkir di Pasar Pagi diamankan petugas gabungan saber pungli Polda Babel dan Polres Pangkalpinang untuk diperiksa," katanya.

Adi mengatakan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara.

"Pelaku statusnya sudah jadi tersangka, dan sudah kita lakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Polres Pangkalpinang," pungkasnya.

(fas/fas)