Kasus Munir, Gus Dur Imbau SBY Bentuk Tim Kepresidenan

Kasus Munir, Gus Dur Imbau SBY Bentuk Tim Kepresidenan

- detikNews
Kamis, 22 Des 2005 01:12 WIB
Jakarta - Desakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil kebijakan untuk menuntas kasus pembunuhan Munir kembali datang. SBY diimbau membentuk Tim Kepresidenan dengan mandat yang kuat, jelas dan rinci untuk meneruskan temuan TPF Munir.Imbauan ini disampaikan mantan Presiden Abdurrahman Wahid dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2005).Dalam pernyataan sikap yang Nugroho, salah satu orang dekatnya, Gus Dur menyatakan hingga kini belum ada proses peradilan yang serius menyeret dan mengadili pelaku mulai dari pelaku lapangan hingga dalangnya. Ini menunjukkan adanya impunity yang masih berakar di Indonesia. Menurut Gus Dur, Pollycarpus hanyalah pelaku lapangan yang tidak akan melakukan tindakan jika tidak ada otak di belakangnya. Gus Dur juga mengingatkan SBY bahwa kasus Munir masih jauh dari selesai dan jauh dari keadilan. SBY tidak boleh membiarkan kasus Munir ditangani secara setengah-setengah. Oleh karena itu Gus Dur mengimbau Presiden SBY membentuk Tim Kepresidenan dengan mandat yang kuat, jelas dan rinci untuk meneruskan temuan TPF Munir khususnya untuk mengaudit kinerja kepolisian dan melakukan penyelidikan di tubuh BIN. Gus Dur juga mengharapkan agar hal yang sama juga harus diberlakukan pada kasus lainnya, seperti kasus di Poso (Sulteng).Ketika ditanya wartawan apakah akan menyampaikan usulannya dengan menghadap SBY, Gus Dur mengatakan ia menunggu di nunggu dipanggil. "Kalau saya bilang saya akan menemui SBY, itu kan tidak selalu berarti fisik, bisa saja surat. Tapi memang lebih bagus kalau bertemu langsung."Dalam kesempatan itu Gus Dur juga menyinggung soal lemahnya penegakan kedaulatan hukum. "Penegakan kedaulatan hukum belum ada karena peraturan dan perundangan masih banyak yang belum dijalankan," ujar Gus Dur dalam jumpa pers yang dihadiri Koordinator Kontras Usman Hamid, dan istri Munir, Suciwati. (gtp/)


Berita Terkait