Kasus DBD di Yogya Menurun

Kasus DBD di Yogya Menurun

- detikNews
Rabu, 21 Des 2005 22:43 WIB
Yogyakarta - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga akhir 2005 hanya 630 kasus atau menurun dibandingkan tahun 2004 yang mencapai 1.906 kasus. Ini karena meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan sekitar. Kabar baik ini diungkapkan Sekretaris Komisi E Afnan Hadikusumo kepada wartawan seusai mengikuti rapat Koordinasi Kelompok Operasional DBD Dinas Kesehatan Provinsi DIY dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, PKK dan RSU DR Sardjito di Gedung DPRD DIY, Jl. Malioboro, Yogyakarta, Rabu (21/12/2005). "Meski tahun ini jumlah penderita menurun, kami tetap meminta waspada meningat akhir-akhir ini turun hujan yang akan merangsang pertumbuhan jentik. Kami memprediksi kasus ini bisa meningkat pada bulan Januari tahun 2006," kata Afnan.Menurut Afnan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan DIY, sepanjang 2005 ini ada sembilan korban DBD yang meninggal dunia. Semua korban meninggal adalah anak-anak, yakni empat orang di Bantul, satu di Kota Yogyakarta, dua orang di Kulonprogo dan dua orang di Gunungkidul. Kasus DB tahun ini tergolong menurun dibanding dua tahun sebelumnya, 2004 terjadi 1.906 kasus menelan nyawa 30 orang, 2003 terjadi 1.553 dengan korban meninggal 35 orang."Untuk menekan kasus DB, Dinas Kesehatan di Kabupaten/kota diminta untuk menggerakkan masyarakat melawan jentik dengan konsep 3M. Saya yakin jika perkembangan jentik ini dilawan dengan konsep yang sangat sederhana dengan 3M," katanya.Selain gerakan 3M, katanya, Dinas Kesehatan sudah menggerakkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk memerangi perkembangan jentik. Sebanyak 5.602 orang Jumantik sudah tersebar di Kabupaten/kota, untuk Kota 2.618 orang, Bantul 960 orang, Kulonprogo 184 orang, Gunungkidul 1.840 orang. "Cara ini juga efekif selain dengan cara 3M karena para jumatik ini aktif memantau di lingkungan sekitar," katanya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads